YOGYAKARTA, ifakta.co – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus mendorong internasionalisasi pendidikan seni melalui kunjungan kerja ke Hungaria. Melalui langkah ini, kampus seni tersebut memperluas jejaring kolaborasi akademik, seni, dan budaya di tingkat global.

Delegasi ISI Yogyakarta dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Muhammad Kholid Arif Rozaq. Dalam kunjungan tersebut, rombongan mengikuti rangkaian kegiatan akademik berskala internasional.

Ikuti Forum Akademik dan Perluas Kolaborasi

Selama berada di Hungaria, delegasi ISI Yogyakarta menghadiri International Week di Hungarian University of Fine Arts (HUFA), Budapest. Selain itu, mereka juga mengikuti agenda akademik di Eszterházy Károly Catholic University (EKCU), Eger.

Iklan

Melalui partisipasi ini, ISI Yogyakarta membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Kampus tidak hanya memperkuat kolaborasi pendidikan, tetapi juga mendorong pertukaran akademik, riset seni, hingga diplomasi budaya lintas negara.

Selain mengikuti forum akademik, delegasi juga menandatangani dokumen kerja sama dengan Budapest Metropolitan University (METU). Kerja sama ini memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka jalur kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi seni Indonesia dan Hungaria.

Strategi Perkuat Posisi Global

Wakil Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Muhammad Kholid Arif Rozaq, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas posisi kampus di tingkat internasional.

“ISI Yogyakarta memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan pendidikan seni Indonesia dalam percakapan global. Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di Hungaria, kami ingin membuka lebih banyak peluang kolaborasi akademik, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pertukaran pengetahuan seni lintas budaya,” ujarnya dalam laman ISI, Senin (27/4).

Dengan demikian, ISI Yogyakarta tidak hanya memperluas jaringan, tetapi juga memperkuat peran sebagai penghubung budaya Indonesia di kancah global.

Dukungan Diplomasi Budaya Indonesia

Langkah ISI Yogyakarta ini juga mendapat dukungan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Hungaria. Dukungan tersebut menegaskan pentingnya peran pendidikan seni dalam mempererat hubungan antarnegara.

Selain itu, kerja sama pendidikan ini memperkuat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Hungaria. Kolaborasi tidak hanya berlangsung pada tingkat institusi, tetapi juga menyentuh pertukaran ide, kreativitas, dan nilai budaya.

Komitmen Jadi Kampus Seni Berdaya Saing Global

Melalui kunjungan ini, ISI Yogyakarta menunjukkan komitmen kuat untuk terus memperluas jejaring internasional. Kampus secara aktif membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam forum global.

Di sisi lain, langkah ini juga mendorong sivitas akademika untuk memperluas pengalaman akademik dan memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia ke dunia.

Dengan semakin luasnya kerja sama internasional, ISI Yogyakarta memperkuat posisinya sebagai kampus seni yang terbuka, progresif, dan berdampak dalam pengembangan seni dan budaya global.

(naf/kho)