JAKARTA, ifakta.co – Setiap bahasa memiliki bunyi yang khas. Ketika seseorang mengucapkan sebuah kata, bunyi tersebut tidak muncul secara acak, melainkan mengikuti aturan tertentu. Ilmu yang mempelajari sistem bunyi bahasa itulah yang disebut Fonologi.

Selain menjadi dasar dalam ilmu Linguistik, Fonologi juga membantu kita memahami cara bunyi terbentuk, berubah, dan membedakan makna suatu kata. Oleh karena itu, materi ini menjadi salah satu dasar penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia maupun bahasa asing.

Pengertian Fonologi

Secara etimologis, istilah Fonologi berasal dari kata fon yang berarti bunyi dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian, Fonologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Iklan

Menurut para ahli, Fonologi merupakan cabang Linguistik yang mengkaji bunyi bahasa berdasarkan fungsi dan penggunaannya dalam komunikasi. Selain itu, Fonologi juga meneliti hubungan bunyi dengan makna serta pola bunyi dalam suatu bahasa.

Pengertian Fonologi Menurut Para Ahli

AhliPengertian
ChaerFonologi merupakan bidang Linguistik yang  mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa.
MuslichFonologi adalah cabang Linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya
MarsonoFonologi atau Fonemik (Phonoloy/Phonemics) merupakan cabang ilmu Linguistik yang meneliti bunyi bahasa dengan melihat fungsi bunyi sebagai pembeda makna dalam suatu bahasa
Zaenal Arifin dkk.Fonologi merupakan bidang ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bahasa secara umum.

Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Fonologi mempelajari bunyi bahasa sekaligus fungsi bunyi tersebut dalam membedakan makna.

Sejarah Singkat Fonologi

Perkembangan Fonologi berawal dari kajian tentang fonem pada abad ke-19. Selanjutnya, para ahli bahasa mengembangkan teori mengenai sistem bunyi sehingga lahirlah berbagai aliran Fonologi.

Beberapa aliran yang berpengaruh antara lain:

AliranKarakteristik
KazanMenganggap Fonem sebagai satuan bunyi dasar yang memiliki hubungan historis.
PrahaMemahami Fonem sebagai kumpulan ciri pembeda bunyi.
AmerikaMenekankan fungsi Fonem dalam sistem bahasa.
InggrisMengembangkan kajian Fonem melalui pendekatan psikologis dan Fonetis.

Sementara itu, di Indonesia kajian Fonologi berkembang pesat sejak tahun 1960-an melalui penelitian bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah.

Objek Kajian Fonologi

Secara umum, Fonologi memiliki dua objek kajian utama, yaitu Fonetik dan Fonemik.

Objek KajianPenjelasan
FonetikMempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan perbedaan makna.
FonemikMempelajari bunyi bahasa yang berfungsi membedakan makna.

Dengan kata lain, Fonetik lebih fokus pada proses menghasilkan bunyi, sedangkan Fonemik menitikberatkan fungsi bunyi dalam suatu bahasa.

Jenis-Jenis Fonetik

Fonetik sendiri masih terbagi menjadi beberapa cabang berdasarkan objek yang dipelajari.

1. Fonetik Artikulatoris

Iklan