JAKARTA, ifakta.co – Warga dan pengguna jalan mengeluhkan bau menyengat dari saluran air yang meluber ke badan Jalan Satu Maret, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Kondisi tersebut terjadi di tengah proyek galian pipa PDAM yang hingga kini belum juga rampung.

Selain menimbulkan aroma tidak sedap, genangan air dari saluran yang tersumbat membuat kondisi jalan berubah seperti kubangan lumpur. Situasi ini memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas warga serta pedagang di sekitar lokasi proyek.

Iklan

Salah seorang warga Rahman (40), menuturkan kondisi lingkungan di sekitar Jalan Satu Maret kini terlihat kumuh, becek, dan dipenuhi bau tidak sedap akibat air saluran yang meluap ke jalan.

“Kondisi jalan sudah rusak parah. Ditambah lagi air dari saluran itu meluber ke jalan, membuat Jalan Satu Maret menjadi biang kemacetan dan terlihat amburadul,” kata rahman saat ditemui di lokasi, Kamis (5/3).

Menurutnya, proyek galian yang tak kunjung selesai telah membuat akses jalan semakin semrawut. Warga juga mempertanyakan respons Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat yang dinilai lambat menanggapi keluhan masyarakat.

“Ini pemda ke mana? Sepertinya tidak peduli dengan kondisi yang dialami masyarakat. Seharusnya lurah dan camat sebagai pimpinan wilayah cepat merespons kondisi seperti ini. Jangan hanya sibuk dengan kegiatan seremonial. Lihat kondisi jalan yang macet sepanjang hari akibat galian yang tak kunjung rampung,” ujarnya.

Rahman bersama warga lainnya berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat segera turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan mencari solusi atas persoalan tersebut.

Ia menegaskan masyarakat tidak menolak program pembangunan pemerintah, termasuk proyek penyediaan air bersih. Namun, pelaksanaannya diharapkan dilakukan secara profesional agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan bagi warga.

“Kami tidak pernah menolak program pembangunan pemerintah dalam pengadaan air bersih. Tapi dalam pelaksanaannya jangan sampai masyarakat yang dikorbankan terlalu lama seperti ini. Tolong tegur pihak PDAM agar bekerja lebih profesional dan tidak menimbulkan keresahan,” katanya.

Aini yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas di Jakarta berharap Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Bina Marga dan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) segera turun tangan agar keluhan warga dapat ditangani dan kondisi jalan kembali normal.

(my/my)