JAKARTA, ifakta.co – Pare atau Momordica charantia termasuk keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae). Selain dimanfaatkan sebagai bahan masakan, tanaman ini juga telah lama digunakan sebagai salah satu bahan pengobatan tradisional di berbagai negara Asia.
Banyak orang menghindari pare karena rasanya. Padahal, kandungan vitamin, mineral, serat, hingga antioksidan di dalamnya mampu mendukung berbagai fungsi tubuh. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa senyawa aktif dalam pare berpotensi membantu menjaga kadar gula darah, memperkuat sistem imun, hingga melindungi tubuh dari penyakit kronis.
Meski demikian, pare tetap bukan pengganti obat. Konsumsi pare sebaiknya menjadi bagian dari pola makan sehat yang seimbang.
Iklan
Kandungan Nutrisi Pare
Dalam 100 gram pare segar terkandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh, antara lain:
- Kalori
- Air
- Protein
- Karbohidrat
- Serat
- Vitamin C
- Vitamin B1, B2, dan B3
- Beta karoten
- Kalium
- Kalsium
- Fosfor
- Zat besi
- Magnesium
- Seng (zink)
- Tembaga
Selain vitamin dan mineral, pare juga mengandung flavonoid, charantin, polifenol, triterpenoid, serta berbagai antioksidan yang berperan menjaga kesehatan tubuh.
Manfaat Pare bagi Kesehatan
1. Membantu Menjaga Kadar Gula Darah
Salah satu manfaat pare yang paling banyak diteliti adalah kemampuannya membantu mengontrol kadar gula darah.
Pare mengandung senyawa charantin dan magnesium yang mendukung kerja hormon insulin. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pare membantu meningkatkan pemanfaatan glukosa oleh sel tubuh sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.
Walau demikian, penderita diabetes tetap harus mengikuti pengobatan yang diberikan dokter dan tidak mengganti obat hanya dengan mengonsumsi pare.
2. Mendukung Kesehatan Sistem Pencernaan
Pare mengandung serat yang membantu memperlancar proses pencernaan sekaligus menjaga pergerakan usus tetap normal.
Selain itu, kandungan antibakterinya berpotensi membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam saluran cerna. Karena itu, konsumsi pare dalam jumlah wajar dapat membantu mengurangi risiko sembelit sekaligus mendukung kesehatan usus.
3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Vitamin C dalam pare tergolong cukup tinggi.
Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin C juga mendukung pembentukan sel imun sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi.
Beberapa senyawa alami dalam pare juga diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antivirus, dan antiparasit.
4. Menjaga Kesehatan Mata
Pare mengandung beta karoten, lutein, zeaxanthin, dan berbagai flavonoid yang berperan menjaga fungsi penglihatan.
Nutrisi tersebut membantu melindungi retina dari kerusakan akibat proses penuaan serta mendukung kesehatan mata secara keseluruhan. Selain itu, kandungan antioksidannya juga berpotensi membantu menurunkan risiko gangguan penglihatan tertentu.
5. Membantu Menurunkan Kolesterol
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pare berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.
Jika kadar kolesterol tetap terkontrol, risiko penyumbatan pembuluh darah juga dapat berkurang. Karena itu, pare dapat menjadi salah satu pilihan sayuran dalam pola makan sehat untuk menjaga kesehatan jantung.
6. Mendukung Program Penurunan Berat Badan
Pare memiliki kandungan kalori yang rendah tetapi kaya serat.
Kombinasi tersebut membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga keinginan makan berlebihan dapat berkurang. Selain itu, beberapa senyawa aktif dalam pare diduga mendukung metabolisme glukosa dan lemak sehingga cocok menjadi bagian dari menu diet sehat.
7. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang
Pare mengandung vitamin K yang berperan penting dalam proses pembentukan tulang.
Vitamin ini membantu mengoptimalkan distribusi kalsium sekaligus mendukung pembentukan protein osteokalsin yang diperlukan untuk menjaga kepadatan tulang. Dengan demikian, risiko pengeroposan tulang dapat ditekan apabila kebutuhan nutrisi harian terpenuhi.
8. Berpotensi Melindungi Sel Tubuh dari Kanker
Pare mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, triterpenoid, polifenol, dan sterol.
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Meski hasil penelitian masih terus berkembang, pare tetap dapat menjadi sumber antioksidan yang baik sebagai bagian dari pola makan sehat.
9. Membantu Mencegah Anemia
Pare mengandung zat besi, vitamin C, dan folat yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
Vitamin C juga membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan sehingga produksi hemoglobin dapat berlangsung lebih optimal.
10. Mendukung Kesehatan Kulit
Kandungan antioksidan dan vitamin C dalam pare membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan bahwa ekstrak daun maupun buah pare memiliki sifat antibakteri dan antiradang sehingga berpotensi membantu mengatasi beberapa masalah kulit tertentu.
11. Membantu Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan
Dalam pengobatan tradisional, pare telah lama dimanfaatkan sebagai pendukung kesehatan saluran napas.
Sifat antiradang dan antioksidan pada pare dipercaya membantu mengurangi keluhan ringan, seperti batuk atau pilek. Meski demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut sehingga tidak dapat menggantikan terapi medis.
Pare memang memiliki rasa pahit yang khas. Namun, kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalamnya menjadikan sayuran ini layak masuk ke dalam menu harian.
Agar rasa pahitnya berkurang, Anda dapat meremas irisan pare dengan sedikit garam sebelum dimasak, kemudian membilasnya menggunakan air bersih. Pare juga dapat diolah dengan cara ditumis, dikukus, direbus, atau dijadikan campuran berbagai hidangan.
Meski bermanfaat, konsumsi pare tetap perlu dibatasi. Ibu hamil, ibu menyusui, maupun orang yang memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi pare dalam jumlah besar atau sebagai bagian dari terapi herbal.
(naf/lex)

