TANGARANG, ifakta.co – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Festival Kampung Budaya Kemuning yang digelar Balai Adat Keariaan Tangerang di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Senin (27/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi masyarakat.

Festival yang berlangsung selama dua hari itu diikuti ratusan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA. Para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai kerajinan tradisional, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik membatik, membuat anyaman, serta mengenal produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Iklan

Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kampung Budaya Kemuning karena dinilai mampu menjadi sarana edukasi bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi berbasis budaya yang dimiliki Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa hadir pada Festival Kampung Budaya Kemuning. Salah satu kegiatannya adalah terkait dengan kegiatan kerajinan batik, kerajinan anyaman termasuk juga UMKM. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan peserta siswa-siswi SD, SMP dan SMA,” ujar Maesyal Rasyid.

Menurutnya, festival tersebut memberikan manfaat yang besar karena para pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budaya lokal, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana mengembangkan potensi daerah menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi.

“Kegiatan hari ini sangat penting untuk memberikan edukasi dan menambah keterampilan anak-anak kita. Dari sini mereka bisa mengenal, tahu, dan langsung praktik mengelola potensi lokal untuk kepentingan ekonomi keluarga dan daerah,” ungkapnya.

Ia menilai pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, keterampilan membatik dan membuat anyaman perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar warisan budaya tetap lestari sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk bersinergi dalam mengembangkan Kampung Budaya Kemuning sebagai pusat pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.

Ia berharap Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Camat Legok, serta pemerintah desa dapat menyusun program bersama guna mendukung pengembangan kawasan tersebut.

“Kampung Budaya Kemuning ini nanti Pak Camat, Pak Lurah, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Indag, dan BPKD untuk duduk bersama mengonsepkan program bantuan sarana dan prasarana pendukung, seperti pembangunan hanggar kegiatan dan pemberdayaan rumah-rumah adat menjadi sanggar kerajinan,” pintanya.

Menurut Maesyal, apabila dikelola secara berkelanjutan, Festival Kampung Budaya Kemuning dapat berkembang menjadi destinasi edukasi budaya sekaligus pusat kerajinan batik dan anyaman di Kabupaten Tangerang.

Selain menjadi media pelestarian budaya, keberadaan kampung budaya tersebut juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa membuka lapangan pekerjaan sekaligus juga edukasi bagi siswa-siswi di Kabupaten Tangerang yang bisa datang dan melihat langsung kegiatan membatik dan membuat ayaman. Harapannya juga supaya dengan batik dan kerajinan ini bisa memberikan pendapatan kepada masyarakat setempat dan pastinya roda perekonomian di rakyat ini bisa berjalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Balai Adat Keariaan Tangerang, Rd. Ali Akipin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Festival Kampung Budaya Kemuning dapat terselenggara dengan baik.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pelajar yang mengikuti berbagai pelatihan dan edukasi selama festival berlangsung.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga ilmu yang didapat pada kegiatan ini bisa bermanfaat dan mudah-mudahan membatik bisa menjadi alternatif untuk usaha ke depan. Terima kasih juga pada teman-teman UMKM yang sudah meramaikan acara ini,” ujar Ali.

Festival Kampung Budaya Kemuning diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya menjaga kelestarian budaya lokal, tetapi juga menjadi wadah pengembangan keterampilan generasi muda, memperkuat UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di Kabupaten Tangerang.

(sib/lex)

Iklan