BANYUMAS, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali berupaya memperkuat sektor pendidikan melalui usulan formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi untuk mengurangi kekurangan tenaga pendidik yang hingga kini masih terjadi di berbagai sekolah negeri.

Saat ini, kebutuhan guru pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih cukup besar. Karena itu, pemerintah daerah berharap rekrutmen CPNS tahun depan mampu menambah jumlah guru sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Heri Yuliadi, menjelaskan pihaknya telah mengusulkan 22 formasi guru melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Iklan

Menurut Heri, usulan tersebut masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Sampai sekarang, pemerintah daerah belum menerima kepastian mengenai jumlah formasi yang nantinya memperoleh persetujuan.

“Sebanyak 22 formasi tersebut baru sebatas usulan yang kami sampaikan melalui BKPSDM. Meski demikian, sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut,” ujar Heri, Selasa (7/7).

Ia menjelaskan seluruh formasi itu khusus untuk memenuhi kebutuhan guru SD dan SMP negeri di Kabupaten Banyumas. Penambahan tenaga pendidik menjadi kebutuhan mendesak karena jumlah guru yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan sekolah.

Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, kekurangan guru pada dua jenjang tersebut mencapai sekitar 1.788 orang. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan tenaga pendidik masih cukup tinggi sehingga memerlukan solusi bertahap melalui berbagai skema rekrutmen.

Selain membantu proses belajar mengajar, penambahan guru juga diharapkan mampu memperbaiki pemerataan tenaga pendidik antarsekolah. Dengan demikian, kualitas layanan pendidikan dapat meningkat secara lebih merata.

Kebutuhan Aparatur Disusun Sesuai Prioritas Pelayanan Publik

Selain mengusulkan formasi guru, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga menyampaikan kebutuhan aparatur untuk sektor lain pada seleksi CPNS tahun 2026.

Melalui BKPSDM, pemerintah daerah mengajukan total kebutuhan sebanyak 75 formasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto, sebelumnya menjelaskan usulan tersebut mencakup tiga kelompok jabatan utama. Ketiganya meliputi tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta tenaga teknis.

Pemerintah daerah menyusun kebutuhan tersebut berdasarkan kondisi riil pelayanan publik pada masing-masing sektor. Karena itu, setiap formasi memperoleh pertimbangan sesuai kebutuhan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Pada sektor pendidikan, pemerintah berharap tambahan guru mampu mengurangi beban sekolah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan jumlah tenaga pendidik. Sementara itu, sektor kesehatan dan teknis juga memerlukan tambahan aparatur agar pelayanan publik berjalan lebih optimal.

Meski demikian, seluruh usulan tersebut masih menunggu proses evaluasi serta persetujuan dari pemerintah pusat. Jumlah formasi yang nantinya tersedia bergantung pada hasil pembahasan dan penetapan KemenPANRB.

Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap kebutuhan aparatur, khususnya tenaga pendidik, dapat memperoleh perhatian sehingga kekurangan guru yang masih mencapai ribuan orang dapat berkurang secara bertahap. Dengan hadirnya tambahan guru melalui seleksi CPNS, sekolah negeri memiliki peluang lebih besar untuk memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada para peserta didik.

(naf/lex)

Iklan