BANYUMAS, ifakta.co – Arus lalu lintas di Jalur Banyumas akhirnya kembali normal. Jembatan Serayu resmi kembali melayani seluruh jenis kendaraan mulai Senin (6/7) pagi setelah proses perbaikan selesai lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Penyelesaian proyek yang berlangsung lebih singkat itu membuat masyarakat tidak perlu menunggu hingga akhir Juli untuk kembali melintasi jembatan penghubung penting tersebut.
Semula, proses rehabilitasi Jembatan Serayu berlangsung sejak 15 Juni dan baru selesai pada 30 Juli 2026. Namun, pelaksanaan pekerjaan yang berlangsung tanpa henti membuat seluruh tahapan utama rampung hanya dalam waktu sekitar 25 hari. Karena kondisi struktur utama telah memenuhi syarat, pemerintah memutuskan membuka kembali akses lebih awal.
Iklan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, mengatakan percepatan proyek tercapai berkat sistem kerja bergilir selama 24 jam setiap hari. Tim pelaksana terus memanfaatkan waktu agar seluruh pekerjaan utama selesai sebelum target.
“Kami bekerja 24 jam. Alhamdulillah pekerjaan bisa selesai lebih cepat. Untuk lantai jembatan sudah aman sehingga kami putuskan membuka lebih awal agar masyarakat tidak terlalu lama terdampak penutupan,” ujar Nandang.
Menurutnya, lantai jembatan kini sudah aman untuk seluruh kendaraan. Karena itu, akses lalu lintas kembali dibuka meski masih terdapat beberapa pekerjaan akhir yang bersifat penyempurnaan.
Pembukaan Lebih Cepat Kurangi Dampak Kemacetan
Nandang menjelaskan masih ada sejumlah pekerjaan lanjutan, seperti pengacetan sambungan dan penyelesaian bagian trotoar. Namun, pekerjaan tersebut tidak memengaruhi arus kendaraan karena seluruh elemen utama jembatan sudah siap melayani lalu lintas.
Selain mempercepat mobilitas warga, pembukaan lebih awal juga bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan pada jalur pengalihan. Selama Jembatan Serayu menjalani perbaikan, ruas Banyumas–Rawalo melalui Manirancan menampung lonjakan volume kendaraan sehingga kemacetan kerap muncul pada jam-jam sibuk.
Ia menyebut seluruh proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana. Mulai dari pembongkaran pelat jembatan, pengecoran beton, hingga pengaspalan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Kondisi tersebut memungkinkan penyelesaian proyek berlangsung lebih cepat daripada jadwal awal.
Beroperasinya kembali Jembatan Serayu juga membawa kabar baik bagi masyarakat yang setiap hari memanfaatkan jalur tersebut. Salah seorang tukang ojek di sekitar lokasi, Raslim, mengaku lega karena penutupan jembatan selama beberapa pekan sempat membingungkan banyak pengguna jalan.
Menurutnya, hampir setiap hari pengendara menghampirinya hanya untuk menanyakan jalur alternatif menuju Banyumas. Banyak warga akhirnya harus memutar melalui wilayah Prahu sehingga waktu perjalanan menjadi lebih panjang.
“Hampir setiap hari ada yang bertanya jalur menuju Banyumas lewat mana karena harus memutar lewat Prahu. Mudah-mudahan setelah dibuka, aktivitas kembali normal,” katanya.
Raslim juga merasakan dampak ekonomi selama masa perbaikan berlangsung. Jumlah penumpang terus menurun sehingga penghasilannya ikut berkurang. Bahkan, pada beberapa hari tertentu ia hanya memperoleh satu orang penumpang.
Ia berharap arus kendaraan yang kembali normal mampu menghidupkan lagi aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Jembatan Serayu. Selain memperlancar perjalanan warga, pembukaan kembali jembatan tersebut juga diharapkan mendorong pemulihan aktivitas perdagangan, jasa transportasi, serta usaha kecil yang selama penutupan mengalami penurunan pendapatan.
Dengan beroperasinya kembali Jembatan Serayu lebih cepat dari target, masyarakat kini dapat kembali menikmati akses utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Banyumas tanpa harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh. Pemerintah pun berharap kelancaran arus lalu lintas mampu mempercepat kembali aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di kawasan tersebut.
(naf/lex)



