BANYUMAS, ifakta.co – Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas terus menunjukkan perkembangan. Jumlah pelaku usaha bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun.

Kepala Bidang UMKM DKUKMP Kabupaten Banyumas, Poniri, S.E., mengatakan jumlah pelaku UMKM mencapai sekitar 90 ribu pada 2024. Angka tersebut kemudian naik menjadi sekitar 230 ribu pelaku pada 2025.

Menurut Poniri, perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk menjalankan usaha. Selain itu, UMKM juga memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Iklan

“Kita bangga dan ini positif sekali terkait dengan perkembangannya, karena trennya naik pelaku usaha UMKM ini sendiri,” ujarnya.

Sektor perdagangan menjadi salah satu bidang yang banyak menarik minat pelaku usaha. Selain itu, industri serta makanan dan minuman juga memiliki jumlah pelaku yang cukup besar.

Namun, pertumbuhan jumlah pelaku usaha perlu berjalan bersama peningkatan kualitas. Karena itu, pemerintah daerah mendorong UMKM agar tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas bisnis.

DKUKMP Banyumas menjalankan sejumlah program untuk mendukung tujuan tersebut. Salah satunya melalui pelatihan yang membahas berbagai kebutuhan pengelolaan usaha.

Pelatihan tersebut mencakup manajemen bisnis, pemasaran, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan. Dengan bekal tersebut, pelaku usaha dapat memahami cara mengelola bisnis secara lebih terukur.

Selain pelatihan, pemerintah juga memberikan pendampingan terkait legalitas. Pendampingan itu mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Langkah tersebut penting karena legalitas dapat memperkuat posisi UMKM saat mengembangkan usaha. Produk juga memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas ketika pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan usaha.

Generasi Muda Dorong UMKM Banyumas ke Pasar Luas

Perkembangan teknologi turut membuka peluang baru bagi pelaku UMKM Banyumas. Generasi muda kini semakin banyak memilih sektor usaha karena mereka cukup akrab dengan teknologi digital dan media sosial.

Poniri melihat kondisi tersebut sebagai peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan konsumen. Pelaku usaha dapat memanfaatkan Instagram dan berbagai platform digital lain untuk mengenalkan produk.

Namun, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi melalui media sosial. Mereka juga perlu memperbaiki kualitas produk, mengatur keuangan, serta membangun sistem usaha yang jelas.

Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengetahui perkembangan bisnis secara lebih akurat. Mereka juga bisa menentukan strategi ketika menghadapi perubahan permintaan pasar.

Poniri menilai tantangan terbesar saat ini terletak pada perubahan pola pikir. Pelaku UMKM perlu melihat pasar yang lebih luas dan tidak hanya mengandalkan konsumen lokal.

Pemerintah pun mendorong pelaku usaha Banyumas agar berani memperluas pemasaran hingga tingkat nasional. Bahkan, UMKM yang sudah memiliki kapasitas cukup dapat membidik pasar ekspor.

“Harapannya dengan naik kelas itu bisa menjadi UMKM yang bisa ekspor. Itu bisa jadi naik kelas namanya,” jelasnya.

Karena itu, peningkatan kualitas manajemen juga menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Pelaku usaha perlu memiliki pencatatan dan pengelolaan bisnis yang baik.

Selain itu, jejaring usaha juga dapat membantu pelaku UMKM menemukan pasar baru. Komunitas dan jaringan bisnis bisa membuka peluang kerja sama sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen.

Pada momentum Hari UMKM Nasional, Poniri mengajak seluruh pelaku usaha untuk terus mengembangkan bisnis. Ia juga mendorong generasi muda dan pelaku usaha yang lebih senior agar saling membangun jejaring.

Selanjutnya, pelaku UMKM perlu menjaga semangat untuk meningkatkan skala bisnis. Pemerintah berharap semakin banyak usaha mikro yang mampu berkembang menjadi usaha kecil dan kemudian masuk kategori menengah.

“Harus semangat dan UMKM ini harus naik kelas. Dari mikro menjadi kecil, dan dari kecil bisa menjadi menengah,” ujarnya.

(naf/lex)

Iklan