SEMARANG, ifakta.co – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (20/5). Kerja sama tersebut berlangsung di Ruang Sidang Rektor Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang.

Kolaborasi ini menjadi langkah kedua perguruan tinggi dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi nasional sekaligus memperluas sinergi antarkampus di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Jajaran pimpinan kedua universitas menghadiri langsung kegiatan tersebut. Hadir pula pimpinan fakultas, pengelola pusat studi, hingga sejumlah pejabat kampus di lingkungan UNDIP dan UMRAH.

Iklan

Fokus pada Pendidikan, Riset, dan Pengabdian

Dalam kerja sama tersebut, kedua kampus sepakat memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Program kolaborasi mencakup pengembangan pendidikan, penelitian bersama, penguatan sumber daya manusia, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.

UNDIP dan UMRAH juga menargetkan lahirnya inovasi baru yang dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat. Kedua institusi memanfaatkan karakteristik dan keunggulan akademik masing-masing untuk mendukung program tersebut.

Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, menyebut jejaring antarkampus menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan global yang terus berkembang.

“UNDIP sebagai perguruan tinggi yang sudah mapan berkomitmen penuh untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, termasuk memberikan afirmasi bagi pengembangan institusi mitra seperti UMRAH. Melalui pertukaran keahlian, riset maritim bersama, serta pembukaan akses studi lanjut bagi para dosen, kita tidak hanya menekan kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah, tetapi juga bersama-sama melahirkan dampak nyata yang inklusif bagi masyarakat,” jelasnya.

UNDIP Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus

Selain memperkuat kerja sama akademik, UNDIP juga mendorong hilirisasi hasil riset agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Kampus tersebut ingin memaksimalkan inovasi dosen dan mahasiswa di berbagai sektor strategis.

Prof. Suharnomo mengatakan UNDIP terus mengembangkan riset di bidang teknologi, energi terbarukan, hingga ketahanan pangan. Menurutnya, hasil penelitian kampus tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik semata.

“Inovasi di UNDIP diarahkan untuk memberikan kemanfaatan langsung bagi masyarakat luas (social impact). Kami mendorong hilirisasi hasil riset dosen dan mahasiswa, baik di bidang teknologi, ketahanan pangan, maupun energi terbarukan, agar tidak sekadar menjadi dokumen di perpustakaan. Kerja sama ini akan membuka jalan bagi kedua institusi untuk berkolaborasi menciptakan inovasi baru yang menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya.

UMRAH Ingin Perkuat SDM dan Riset Kemaritiman

Sementara itu, Rektor UMRAH, Prof. Agung Dhamar Syakti, mengaku optimistis terhadap kerja sama tersebut. Ia menilai UNDIP memiliki pengalaman dan sistem akademik yang dapat menjadi rujukan penting bagi pengembangan UMRAH.

Sebagai kampus berbasis kemaritiman, UMRAH juga ingin memperkuat riset laut, pengembangan SDM, hingga pengabdian masyarakat berbasis wilayah pesisir dan kepulauan.

“Kami datang ke sini untuk belajar dari perguruan tinggi yang sudah established dan menjadi teladan. Ini adalah tantangan nyata, sehingga kami berharap UNDIP dapat mengambil bagian untuk melakukan kerja sama, baik melalui penguatan SDM, riset, maupun pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak peneliti UNDIP memanfaatkan potensi wilayah Kepulauan Riau yang sebagian besar berupa lautan. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki peluang besar untuk pengembangan riset maritim dan lingkungan.

Selain itu, UMRAH ingin mempelajari sistem pengelolaan lingkungan yang selama ini diterapkan UNDIP, termasuk konsep eco-green campus dan pengelolaan sampah berbasis SDGs.

“Kami juga mengajak para peneliti UNDIP untuk mengoptimalkan potensi wilayah Kepulauan Riau yang 97% areanya merupakan lautan. Sebagai langkah cepat, kami membawa Koordinator SDGs Center agar dapat mempelajari dan mengadopsi sistem Waste Management serta Eco-Green Campus yang sukses diterapkan UNDIP untuk segera kami implementasikan di kampus UMRAH,” lanjutnya.

Kerja Sama Akan Berlanjut hingga Tingkat Fakultas

Setelah penandatanganan MoU, kedua universitas akan melanjutkan kerja sama melalui program yang lebih spesifik di tingkat fakultas, program studi, hingga pusat kajian.

Melalui kemitraan ini, UNDIP dan UMRAH ingin memperkuat ekosistem akademik yang inklusif, progresif, serta mampu menjawab tantangan masa depan.

Selain itu, kedua kampus berharap sinergi tersebut dapat memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional sekaligus memperluas dampak sosial bagi masyarakat.

(naf/lex)