YOGYAKARTA, ifakta.co – Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kerja sama internasional melalui kunjungan ke sejumlah universitas ternama di Taiwan. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, memimpin langsung kunjungan tersebut bersama pimpinan universitas dan fakultas.
Agenda itu menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus. Selain itu, kunjungan tersebut juga menindaklanjuti undangan dari Kementerian Pendidikan Taiwan yang mendapat dukungan Taipei Economic and Trade Office atau TETO.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan UGM mendatangi sejumlah kampus unggulan di Taiwan. Beberapa kampus yang dikunjungi yakni National Yang Ming Chiao Tung University, Feng Chia University, Tatung University, National Chung Hsing University, National Taiwan University of Science and Technology, Ming Chi University of Technology, National Chengchi University, dan National Tsing Hua University.
Iklan
Rektor UGM Ova Emilia mengatakan kerja sama internasional penting untuk memperluas peluang akademik dan pengembangan riset.
“Penguatan kerja sama dengan berbagai universitas di Taiwan ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pertukaran akademik, kerja sama riset, dan inovasi yang akan berkontribusi pada kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia maupun di Taiwan,” ujar Ova Emilia, seperti dalam laman UGM, Minggu (17/5).
Fokus pada Riset dan Mobilitas Mahasiswa
UGM menilai Taiwan memiliki banyak kampus unggulan dengan reputasi global. Karena itu, UGM ingin memperluas kolaborasi pada bidang pendidikan, teknologi, dan inovasi.
Berdasarkan QS World University Rankings 2026, National Tsing Hua University berada di peringkat 176 dunia. Kampus tersebut unggul dalam bidang teknik dan ilmu komputer. Selain itu, National Yang Ming Chiao Tung University menempati posisi 199 dunia dan terkenal dalam pengembangan teknologi dan sains.
Sementara itu, National Chengchi University dikenal kuat dalam bidang ilmu sosial, bisnis, dan hubungan internasional. Adapun National Taiwan University of Science and Technology memiliki reputasi baik dalam ilmu terapan dan kolaborasi industri.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi. Mereka saling bertukar gagasan mengenai pengembangan program akademik lintas negara.
“Kita berupaya memperkuat kemitraan yang telah ada, tetapi juga menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang, seperti mobilitas mahasiswa, riset bersama, pertukaran akademik, program gelar ganda (dual degree), kemitraan industri, dan inovasi teknologi,” jelasnya.
Kerja Sama Sudah Berjalan Sejak 2006
Direktur Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Puji Astuti, menjelaskan hubungan UGM dan institusi Taiwan sudah berlangsung cukup lama. UGM mulai membangun kemitraan dengan berbagai lembaga di Taiwan sejak 2006.
Saat ini, UGM menjalin kerja sama dengan 36 universitas, tujuh perusahaan, lima organisasi, dan dua rumah sakit di Taiwan. Kerja sama itu mencakup pendidikan, penelitian, hingga pengembangan teknologi.
UGM juga mendirikan Taiwan Center di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada 2022. Pusat layanan tersebut membantu mahasiswa yang ingin mencari informasi pendidikan di Taiwan.
“Pusat ini berfungsi sebagai layanan dan pusat informasi bagi para mahasiswa yang tertarik untuk mencari peluang studi di Taiwan,” kata Puji.
Melalui kunjungan ini, UGM berharap hubungan akademik dengan Taiwan semakin kuat. Selain itu, kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang baru dalam bidang riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat internasional.
(naf/lex)





