JAKARTA, ifakta.co – Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menyoroti penggunaan simbol dan ajaran agama dalam aktivitas promosi produk minuman beralkohol di sebuah festival musik di Jakarta.

Dini mengatakan masyarakat pada dasarnya terbuka terhadap kreativitas generasi muda, termasuk penyelenggaraan festival musik sebagai ruang hiburan. Namun, kreativitas tetap harus memperhatikan batasan dan menghormati nilai agama.

Menurutnya, penggunaan hafalan ayat suci Al-Quran sebagai syarat untuk memperoleh minuman beralkohol bermerek Newport tidak dapat dianggap sebagai bentuk kreativitas yang lucu.

Iklan

“Yang dipertontonkan adalah hafalan Al-Quran dengan imbalan minuman beralkohol. Ini sangat tidak pantas dan melukai perasaan umat Islam,” kata Dini di Jakarta, Rabu.

Dini menegaskan kesucian agama tidak seharusnya menjadi bagian dari gimmick pemasaran. Ia pun mengecam tindakan tersebut setelah rekamannya beredar luas melalui media sosial.

Baginya, terdapat batas yang perlu dihormati dalam menjalankan kegiatan promosi. Pelaku industri maupun penyelenggara acara harus memastikan strategi pemasaran tidak menggunakan hal-hal yang dapat menyinggung atau merendahkan nilai keagamaan.

Dini juga menghargai permintaan maaf yang telah disampaikan pihak terkait. Namun, ia menilai permintaan maaf saja tidak cukup karena penyelenggara perlu melakukan evaluasi secara serius.

“Jangan sampai setelah viral dan masyarakat marah, baru kemudian menyadari ada yang salah,” kata dia.

Dini meminta penyelenggara festival dan seluruh merek yang terlibat memperkuat mekanisme pengawasan. Langkah tersebut penting agar setiap aktivitas promosi yang berlangsung di dalam acara tetap mengikuti aturan dan menghormati nilai yang berlaku di masyarakat.

Sebelumnya, sebuah rekaman video beredar di media sosial dan memperlihatkan stan minuman beralkohol Newport dalam sebuah festival musik di Jakarta. Dalam video tersebut, terdengar suara seseorang yang diduga membaca ayat suci Al-Quran melalui pengeras suara.

Aktivitas tersebut diduga menjadi bagian dari promosi produk Newport dalam festival musik yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu.

Setelah video tersebut menjadi sorotan publik, pihak pembawa acara di stan terkait menyampaikan permintaan maaf. Penyelenggara festival musik juga telah meminta maaf dan menyatakan komitmen untuk melakukan evaluasi terhadap peristiwa tersebut.

Dini berharap evaluasi tidak berhenti pada permintaan maaf. Menurutnya, penyelenggara dan pihak yang terlibat perlu memperbaiki sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

(yes/her)

Iklan