SERANG, ifakta.coProvinsi Banten kembali mencatatkan kinerja positif di sektor investasi. Pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp66,3 triliun, menempatkan Banten dalam lima besar provinsi tujuan investasi nasional. Capaian tersebut memperkuat optimisme Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terhadap meningkatnya kepercayaan investor domestik maupun asing.

Keberhasilan itu melanjutkan tren positif yang telah dibangun sepanjang 2025. Berdasarkan data Pemprov Banten, realisasi investasi tahun lalu mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target pemerintah pusat sekaligus mengantarkan Banten ke peringkat keempat daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan peningkatan investasi merupakan hasil berbagai kebijakan pemerintah daerah yang berfokus pada kepastian hukum, kemudahan perizinan, pembangunan infrastruktur, serta perlindungan terhadap dunia usaha.

Iklan

“Investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan pengusaha lokal dan UMKM,” kata Andra Soni.

Menurutnya, Pemprov Banten terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah kabupaten/kota, kawasan industri, dan pelaku usaha agar iklim investasi tetap kondusif dan berkelanjutan.

Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Banten tercatat sebesar Rp34,4 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp66,3 triliun pada semester I 2026. Kenaikan tersebut ditopang oleh investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

Selain memperkuat investasi domestik, Pemprov Banten juga aktif membuka peluang kerja sama dengan investor internasional. Salah satunya melalui pertemuan dengan komite bilateral Kadin Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja yang dipimpin Edwin Setiawan Tjie.

Dalam pertemuan tersebut, investor asal Vietnam menyatakan ketertarikannya menjadikan Banten sebagai salah satu lokasi investasi di Indonesia.

Andra menjelaskan, Banten memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, di antaranya letak geografis yang berbatasan langsung dengan Jakarta, jaringan jalan tol, akses kereta api, pelabuhan, bandara internasional, kawasan industri yang berkembang, serta potensi pasar dan tenaga kerja yang besar.

.Banten Masuk Lima Besar Tujuan Investasi Nasional, Realisasi Semester I 2026 Capai Rp66,3 Triliun disebut melirik beberapa sektor strategis, seperti manufaktur, properti, dan peternakan sapi perah. Sektor peternakan dinilai memiliki prospek menjanjikan untuk mendukung kebutuhan susu nasional, termasuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Ketua komite bilateral Kadin Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, mengatakan banyak investor Vietnam mulai mencari peluang investasi baru di Indonesia dengan Banten menjadi salah satu daerah yang paling diminati.

Menurut Edwin, posisi strategis, infrastruktur yang memadai, kawasan industri yang lengkap, serta besarnya pasar domestik menjadi faktor utama meningkatnya minat investor asing terhadap Banten.

Dalam waktu dekat, Pemprov Banten juga akan menyelenggarakan Banten Investment Forum sebagai wadah mempertemukan investor nasional dan internasional dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha lokal. Forum tersebut diharapkan mampu memperluas kerja sama investasi sekaligus mempromosikan potensi unggulan Banten kepada calon investor.

Di sisi lain, pelaku usaha menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah, antara lain terkait kepastian hukum, perlindungan investasi, percepatan pelayanan perizinan, serta pemberantasan praktik premanisme yang dinilai dapat mengganggu aktivitas usaha.

Menindaklanjuti hal itu, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat iklim investasi dan meningkatkan kenyamanan investor.

Dukungan juga datang dari DPRD Provinsi Banten yang mengapresiasi capaian investasi sebesar Rp66,3 triliun pada semester I 2026. DPRD menilai tren positif tersebut perlu dipertahankan melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.

Tidak hanya itu, sejumlah konsorsium perusahaan juga telah menyatakan komitmen menanamkan investasi baru senilai Rp81 triliun di Provinsi Banten. Investasi tersebut diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkokoh posisi Banten sebagai salah satu pusat investasi nasional.

Pemprov Banten juga memastikan pengusaha lokal, UMKM, dan tenaga kerja asal Banten memperoleh kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok investasi. Pemerintah berharap setiap investasi yang masuk tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga mendorong transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Banten.

(sib/lex)

Iklan