ACEH, Ifakta.co – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Provinsi Aceh. Langkah taktis ini bertujuan memulihkan layanan air minum layak bagi masyarakat pasca-bencana. Hingga awal Juli 2026, progres fisik di sejumlah kabupaten terdampak terus menunjukkan perkembangan positif sesuai target.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemulihan infrastruktur dasar pasca-bencana menjadi prioritas utama kementeriannya. Kehadiran air minum layak sangat krusial agar masyarakat bisa segera beraktivitas normal.
“Proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan progres positif. Fokus kami tidak hanya mempercepat penyelesaian, melainkan juga memastikan kualitas hasil pemulihan. Infrastruktur baru ini harus lebih tangguh, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.
Iklan

Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Ditjen Cipta Karya, saat ini membagi penanganan ke dalam tiga paket besar. Paket pertama menyasar Kabupaten Aceh Tamiang I, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Proyek senilai Rp516,59 miliar ini telah mencapai progres fisik 37,59 persen per 1 Juli 2026.
Melalui paket ini, Kementerian PU membangun dan meningkatkan 4 sistem SPAM. Pekerjaan mencakup pengeboran 5 sumur dangkal, 25 sumur dalam, serta pembangunan 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas total 250 liter per detik (Lps).
Untuk mengejar target, kontraktor menerapkan sejumlah strategi kilat. Mereka menambah tenaga kerja, memperpanjang jam kerja (lembur), dan mempercepat persetujuan desain. Pekerja juga menggunakan struktur baja kompak, sistem prefabrikasi komponen IPA, serta menambah alat berat crane.
Paket kedua meliputi wilayah Aceh Tamiang II, Aceh Timur, dan Kota Langsa dengan nilai kontrak Rp246,69 miliar. Progres fisik paket ini sudah menyentuh angka 35,22 persen. Tim di lapangan tengah membangun 4 sistem SPAM, 10 sumur bor dangkal, 20 sumur bor dalam, dan 2 IPA baru berkapasitas 70 Lps.
Sementara itu, paket ketiga mencakup Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah dengan nilai kontrak Rp526,42 miliar. Progres fisik paket terbesar ini telah mencapai 39,52 persen untuk menangani 9 sistem SPAM.
Pekerjaan di paket ketiga ini meliputi pembangunan IPA 40 Lps SPAM Meureudu dan rehabilitasi SPAM Ulim di Pidie Jaya. Selanjutnya, petugas membangun IPA 2×50 Lps SPAM Teupin Mane di Bireuen, serta IPA 20 Lps SPAM Lampahan di Bener Meriah.
Kementerian PU optimistis penanganan cepat ini segera memulihkan total layanan air minum di wilayah terdampak. Langkah ini sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dasar demi mendongkrak kembali roda sosial dan ekonomi masyarakat Aceh.
(fa/fza)


