JAKARTA, ifakta.co – Wali Kota Madya Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam menghasilkan produk pers yang telah terverifikasi.

Menurutnya, akurasi dan ketelitian dalam menyajikan fakta menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada agenda Sharing Session Jurnalistik bertajuk “Jurnalis Perkotaan dan Pengaruh Media Sosial”.

Iklan

Dalam pemaparannya, Hendra menyoroti masih adanya kekeliruan dalam sejumlah pemberitaan yang beredar di media. Ia mencontohkan pemberitaan mengenai aksi massa yang dinilai tidak tepat dalam menyebutkan lokasi kejadian.

“Aksi massa terjadi di Kantor Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Sudin PRKP), itu bukan di Kantor Wali Kota” tegas Hendra dalam sambutanya (6/7).

Menurutnya, kesalahan mendasar seperti penyebutan lokasi dapat memengaruhi akurasi informasi dan berpotensi menyesatkan publik. Karena itu, setiap jurnalis dituntut melakukan verifikasi secara menyeluruh sebelum sebuah berita dipublikasikan.

Hendra menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan media sosial, insan pers harus tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan prinsip akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan yang sama, I Putu Amy sekaligus empunya Yayasan Rumah Pena Nusantara menyatakan komitmennya untuk mencetak jurnalis yang profesional, kompeten, dan berintegritas melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

“Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Rumah Pena Nusantara berharap dapat melahirkan generasi jurnalis yang mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, menjunjung tinggi etika profesi, serta menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang faktual, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Amy dalam sambutanya.

(Jo)

Iklan