BANYUMAS, ifakta.co – Kembalinya operasional Jembatan Sungai Serayu di Kabupaten Banyumas membawa kabar baik bagi ribuan pengguna jalan. Sejak Senin, (6/7) pagi, masyarakat kembali melintasi jembatan tanpa harus mencari jalur alternatif. Namun, percepatan pembukaan itu ternyata menyisakan cerita berbeda bagi pelaku usaha penyeberangan darurat yang sempat memanfaatkan penutupan jembatan.
Sejumlah warga yang membuka jasa penyeberangan menggunakan perahu kini harus menghentikan usahanya lebih cepat dari perkiraan. Padahal, mereka sudah mengeluarkan modal cukup besar dengan harapan dapat beroperasi hingga akhir Juli sesuai jadwal awal perbaikan jembatan.
Salah seorang pengelola jasa penyeberangan, Kuat, warga Kaliori, Banyumas, mengaku belum berhasil mengembalikan modal yang telah ia keluarkan selama membuka layanan tersebut.
Iklan
Ia bersama beberapa rekannya menyewa dua perahu milik nelayan asal Cilacap untuk melayani penyeberangan kendaraan roda dua dari kawasan Klenteng Banyumas menuju seberang Sungai Serayu.
Selain biaya sewa perahu harian, mereka juga mengalokasikan dana lebih dari Rp10 juta untuk membangun dek dan jalur khusus agar sepeda motor dapat naik serta turun dari perahu dengan aman.
“Perahunya sewa nelayan dari Cilacap, bayarnya harian. Perahu ada dua. Untuk bikin dek sama jalur turun, habis sekitar Rp10 jutaan lebih,” kata Kuat.
Menurutnya, keputusan membuka usaha penyeberangan muncul setelah melihat tingginya kebutuhan masyarakat selama akses Jembatan Serayu tertutup. Berdasarkan jadwal semula, penutupan berlangsung hingga 30 Juli 2026. Karena itu, ia memperkirakan usaha tersebut masih memiliki waktu cukup untuk menghasilkan keuntungan sekaligus mengembalikan modal.
Harapan tersebut berubah ketika proyek renovasi selesai jauh lebih cepat.
“Baru jalan pas dua minggu. Tahunya penutupan sampai akhir Juli, ternyata jembatan dibuka lebih cepat. Kayaknya tidak balik modal,” ujarnya.
Pembukaan Jembatan Untungkan Pengguna Jalan
Selama proses renovasi berlangsung, jasa penyeberangan menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin menghemat waktu perjalanan. Banyak pengendara memilih menyeberang menggunakan perahu daripada memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh.
Karena permintaan terus meningkat, jumlah lokasi penyeberangan ikut bertambah. Awalnya hanya tersedia dua titik penyeberangan. Selanjutnya, jumlah tersebut berkembang menjadi enam titik atau 12 dermaga sederhana yang tersebar di sisi utara dan selatan Sungai Serayu.
Keberadaan layanan tersebut membantu mobilitas warga, khususnya masyarakat yang rutin beraktivitas antara wilayah Banyumas dan Purwokerto.
Kini, setelah Jembatan Serayu kembali melayani seluruh jenis kendaraan, aktivitas penyeberangan praktis berhenti. Sebagian besar masyarakat kembali memilih melintas melalui jembatan karena perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan tanpa biaya tambahan.
Pembukaan lebih awal juga memperoleh sambutan positif dari warga.
Tri Hartono, warga Pasinggangan, Banyumas, mengaku lega karena perjalanan sehari-hari kembali normal. Menurutnya, masyarakat tidak lagi harus memutar atau mengantre menggunakan perahu untuk menyeberangi Sungai Serayu.
“Alhamdulillah bisa dibuka lebih cepat, jadi tidak repot memutar ataupun mengantre naik perahu penyeberangan darurat. Cuma ya, turut prihatin buat warga yang baru membuka jasa penyeberangan, tapi mau gimana lagi,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah menjadwalkan renovasi Jembatan Serayu berlangsung selama 45 hari sejak 15 Juni hingga 30 Juli 2026. Namun, kontraktor berhasil mempercepat penyelesaian pekerjaan melalui sistem kerja selama 24 jam setiap hari serta penggunaan material beton yang mempercepat proses pengerasan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, membenarkan bahwa pemerintah telah menerima pemberitahuan resmi mengenai pembukaan kembali jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.
“Mulai hari ini Senin, 6 Juli pukul 08.00 WIB, jembatan sudah dibuka untuk semua jenis kendaraan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Omar Udaya, juga memastikan arus lalu lintas kembali normal setelah akses jembatan kembali terbuka.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga keselamatan saat melintas. Selain itu, personel Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polresta Banyumas tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur arus kendaraan sekaligus mengantisipasi kepadatan pada hari-hari awal pembukaan.
“Kami bersama Satlantas Polresta Banyumas tetap melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan lalu lintas berjalan lancar,” tutup Omar.


