SOLO, Ifakta.co – Kirab Dhaup Ageng Mangkunegaran 2026 akan digelar Sabtu, 7 November 2026, di Kota Solo. Prosesi pengantin ini dijadwalkan melintasi jalan protokol dengan rute sekitar 2,4 kilometer.

Kirab menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam rangkaian pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian.

Masyarakat dapat menyaksikan iring-iringan pengantin yang menaiki kereta kencana, lengkap dengan prajurit bregada dan pertunjukan seni tradisi Mangkunegaran.

Jadwal dan Susunan Kirab Pengantin

Berdasarkan keterangan panitia, kirab dijadwalkan berlangsung pada sore hari sekitar pukul 16.00–17.30 WIB. Persiapan kegiatan diperkirakan dimulai lebih awal, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedua mempelai akan menaiki kereta kencana jenis Glasslandauer. Keduanya direncanakan mengenakan Busana Kasatriyan dalam prosesi yang melibatkan iring-iringan bregada Pura Mangkunegaran.

Rangkaian kegiatan pada Sabtu juga mencakup resepsi hari kedua atau Pahargyan di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran. Sementara itu, masyarakat dapat mengikuti suasana perayaan melalui agenda Mangayubagyo Dhaup Ageng di Pamedan pada 6–8 November 2026.

Ini Rute Kirab Sepanjang 2,4 Kilometer

Rombongan kirab akan memulai perjalanan dari Gerbang Selatan Pura Mangkunegaran. Selanjutnya, rombongan bergerak menyusuri Jalan Ronggowarsito menuju pertigaan Tiga Serangkai.

Dari titik tersebut, iring-iringan berbelok ke Jalan Prof. Dr. Supomo dan melanjutkan perjalanan menuju Jalan Slamet Riyadi.

Rute kemudian berlanjut hingga kawasan Simpang Pasar Pon atau Ngarsopuro. Rombongan selanjutnya memasuki Jalan Diponegoro sebelum kembali ke Pura Mangkunegaran.

Dengan demikian, kawasan sekitar Pura Mangkunegaran hingga sejumlah ruas jalan utama Solo akan menjadi jalur yang dilalui kirab.

Pengendara Perlu Antisipasi Pengalihan Arus

Dinas Perhubungan Kota Surakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional selama prosesi berlangsung. Sejumlah persimpangan dan ruas jalan akan ditutup sementara ketika rombongan melintas.

Jalan Slamet Riyadi diperkirakan menggunakan pengaturan sebagian badan jalan untuk jalur kirab dan kendaraan umum. Pengalihan juga disiapkan di sekitar Simpang Pasar Pon dan kawasan Mangkunegaran.

Salah satu skema yang disiapkan adalah pengaturan arus kendaraan melalui Jalan Teuku Umar. Setelah rombongan selesai melintas, jalan yang sebelumnya ditutup akan dibuka secara bertahap.

Masyarakat yang ingin menyaksikan kirab sebaiknya datang lebih awal, memperhatikan arahan petugas, dan memilih lokasi menonton yang tidak mengganggu jalur rombongan.

(tio/tio)