JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan Senin, 7 September 2026 pagi. Hingga pukul 09.29 WIB, IHSG berada di level 6.660,61.
Berdasarkan data Investing.com, IHSG hari ini naik 24,14 poin atau 0,36 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.636,48.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 6.652,09. Indeks kemudian bergerak fluktuatif dengan mencatat level tertinggi 6.666,98 dan level terendah 6.620,52.
Iklan
Setelah sempat menyentuh level terendah tersebut, IHSG kembali bergerak naik hingga berada di level 6.660,61 pada pukul 09.29 WIB.
Penguatan IHSG hari ini juga sejalan dengan kinerja sektor energi yang bergerak positif. Indeks sektor energi atau IDX Energy tercatat berada di level 3.435,40 atau naik 63,90 poin setara 1,90 persen.
Sejumlah saham energi ikut menguat pada perdagangan pagi. Saham Indo Tambangraya Megah tercatat berada di level 26.525 atau naik 1,63 persen.
Selanjutnya, Bayan Resources menguat 1,45 persen ke level 14.000. Adaro Andalan Indonesia mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 4,89 persen ke level 11.800.
Penguatan juga terjadi pada saham Golden Energy Mines yang naik 3,69 persen ke level 7.725. Sementara itu, Petrosea menguat 0,47 persen ke level 5.400.
Baramulti Suksessarana turut bergerak positif dengan kenaikan 0,81 persen ke level 4.970. Raharja Energi Cepu juga menguat 4,23 persen ke level 4.680.
Kenaikan terbesar dalam kelompok saham energi yang tercatat pada data tersebut datang dari Paragon Karya Perkasa. Saham tersebut naik 6,16 persen ke level 4.650.
Selain itu, Super Energy menguat 4,88 persen ke level 3.440. Saham Bukit Asam juga naik 4,86 persen ke level 3.020.
ABM Investama tercatat menguat 1,74 persen ke level 2.920. Kemudian, Indika Energy berada di zona hijau setelah naik 1,79 persen ke level 2.840.
Di tengah penguatan mayoritas saham energi, sejumlah saham bergerak stabil. Mitrabahtera Segara berada di level 2.840 dengan perubahan 0,00 persen.
Golden Eagle Energy juga belum mengalami perubahan dan bertahan di level 2.610. Pergerakan kedua saham tersebut masih stabil pada perdagangan pagi.
Namun, tidak seluruh saham energi mampu mengikuti penguatan IHSG dan IDX Energy. Prima Andalan Mandiri tercatat turun 0,27 persen ke level 3.750.
Sillo Maritime Perdana mengalami koreksi lebih dalam dengan penurunan 3,42 persen ke level 2.260. Pergerakan negatif kedua saham tersebut menjadi pengecualian di tengah dominasi penguatan sektor energi.
Di sisi lain, Alamtri Resources Indonesia justru kembali menguat. Saham tersebut naik 1,47 persen ke level 2.760.
Dengan demikian, mayoritas saham energi yang tercatat dalam data perdagangan pagi berada di zona positif. Kondisi tersebut berjalan seiring dengan penguatan IDX Energy sebesar 1,90 persen dan kenaikan IHSG sebesar 0,36 persen pada perdagangan Senin pagi.
(den/jo)



