JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (28/8/2026) dengan pergerakan positif. Beberapa menit setelah Bursa Efek Indonesia membuka perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona hijau.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.535,72. Posisi tersebut naik 13,97 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.521,75.

IHSG dibuka di kisaran level 6.535. Dalam empat menit pertama perdagangan, indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.544 dan terendah di level 6.533.

Iklan

Pergerakan positif IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang mengalami penguatan. Sebanyak 252 saham tercatat naik, sedangkan 57 saham melemah. Sementara itu, 301 saham lainnya bergerak stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp130,85 miliar. Volume perdagangan tercatat sebanyak 274,32 juta saham dengan frekuensi transaksi mencapai 28.403 kali.

Pada perdagangan penutup pekan ini, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam maupun luar negeri yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada keputusan Komisi XI DPR yang telah menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2026-2031.

Selain itu, perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset juga menjadi perhatian pasar. Rancangan undang-undang tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Sentimen dari dalam negeri tersebut diperkirakan dapat memengaruhi persepsi investor terhadap arah kebijakan ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.

Sementara itu, dari pasar global, investor menantikan pidato pertama Gubernur bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole.

Pernyataan Kevin Warsh menjadi perhatian karena pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat pada periode mendatang.

Selain agenda dari Amerika Serikat, Jepang juga dijadwalkan merilis data indeks kepercayaan konsumen untuk periode Agustus. Data tersebut turut menjadi salah satu indikator yang dipantau pelaku pasar di kawasan Asia.

Pasar saham Asia-Pasifik sendiri bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat. Investor masih mengambil sikap hati-hati sambil menunggu sejumlah agenda ekonomi global.

Indeks Nikkei 225 Jepang pada awal perdagangan tercatat menguat 0,19 persen. Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,16 persen.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia justru bergerak positif dengan kenaikan sebesar 0,25 persen.

Fokus utama investor global kini tertuju pada pidato Kevin Warsh yang dijadwalkan berlangsung dalam simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.

Meski agenda tersebut tidak secara langsung berkaitan dengan rapat kebijakan moneter resmi The Fed, pasar tetap akan mencermati pandangan Warsh mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat serta kemungkinan arah suku bunga ke depan.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 64 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan depan.

Karena itu, setiap pernyataan Kevin Warsh terkait kondisi ekonomi dan kebijakan moneter berpotensi memengaruhi sentimen investor global, termasuk pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.

(den/jo)

Iklan