JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (24/8/2026) di zona merah. Berdasarkan riset harian FAC Sekuritas, IHSG terkoreksi 24,02 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.501,67.
Pelemahan IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen, baik dari dalam negeri maupun tekanan pasar global. Kekhawatiran terhadap potensi defisit transaksi berjalan menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan indeks.
Selain itu, aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan investor turut menekan pasar. Tipisnya volume perdagangan harian juga menjadi faktor lain yang membuat IHSG bergerak melemah.
Iklan
Dari sisi eksternal, sentimen risk-off masih membayangi pasar keuangan global. Eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar memilih mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman. Pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, pun ikut merasakan tekanan dari perubahan sentimen tersebut.
Meski demikian, pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street justru menutup perdagangan dengan penguatan. Dow Jones Industrial Average atau DJIA naik 0,30 persen, sedangkan S&P 500 menguat 0,32 persen dan Nasdaq melesat 0,66 persen.
Penguatan Wall Street didorong bangkitnya saham-saham yang berkaitan dengan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebelumnya, sektor tersebut sempat mengalami tekanan akibat ketidakpastian yang menyelimuti prospek industri AI.
Sentimen positif juga datang dari ekspektasi pasar terhadap potensi penawaran umum perdana atau IPO berskala besar dari sejumlah perusahaan hyperscaler. Perusahaan tersebut diketahui tengah menggelontorkan investasi besar untuk pengembangan infrastruktur AI, termasuk Anthropic dan OpenAI.
Kondisi itu memberikan dorongan bagi saham produsen cip serta perusahaan layanan cloud. Sejumlah saham teknologi besar pun mencatatkan penguatan menjelang laporan kinerja perusahaan.
Saham Nvidia naik 2,2 persen menjelang laporan kinerja yang dijadwalkan pada Rabu. Microsoft turut menguat 0,9 persen, sementara Meta naik 2 persen.
Selain itu, Micron mencatatkan kenaikan 2,5 persen dan AMD melonjak 4,9 persen. Penguatan saham teknologi tersebut menjadi salah satu penopang utama pergerakan positif Wall Street.
Di sisi lain, penurunan harga minyak juga mendapat respons positif dari pelaku pasar. Kondisi tersebut turut membantu menjaga optimisme investor di tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
FAC Sekuritas menilai pergerakan IHSG hari ini masih akan dipengaruhi berbagai sentimen tersebut. Meski pasar diperkirakan belum sepenuhnya stabil, peluang penguatan terbatas tetap terbuka.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung mixed dengan ruang terbuka untuk menguat terbatas seiring cukup stabilnya pergerakan nilai tukar Rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (26/8).
Dengan demikian, prediksi IHSG hari ini mengarah pada pergerakan mixed. Stabilnya nilai tukar rupiah berpotensi menjadi salah satu faktor yang menopang pasar dan membuka peluang penguatan terbatas.
(den/jo)



