JAKARTA, ifakta.co – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya TNI Angkatan Udara, dalam sebuah seremoni di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 18 Mei.

Dalam agenda tersebut, Prabowo menyerahkan berbagai alutsista modern, mulai dari pesawat tempur hingga sistem persenjataan canggih. Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pertahanan udara nasional.

Prabowo tiba di lokasi menjelang pukul 10.00 WIB. Setibanya di lokasi, ia langsung menuju area pesawat untuk melakukan prosesi simbolis, yakni membuka tirai penutup dan menyiramkan air dari kendi ke bagian depan pesawat.

Iklan

Adapun alutsista yang diserahkan meliputi enam unit pesawat tempur multirole combat aircraft (MRCA) Rafale, empat unit pesawat angkut Falcon 8X, serta satu unit pesawat Airbus A400M MRTT.

Selain itu, turut diserahkan radar ground control intercept (GCI) dan persenjataan modern berupa Smart Weapon Hammer serta rudal Meteor.

Dalam prosesi tersebut, Prabowo menyerahkan kunci pesawat secara simbolis kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subianto. Selanjutnya, kunci tersebut diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri acara ini. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Selain itu, hadir pula Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Dari unsur legislatif, tampak Ketua Komisi I DPR Utut Adianto dan Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi

Usai acara, Prabowo menegaskan bahwa penambahan alutsista ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia, khususnya di sektor udara.

Ia menekankan bahwa kondisi geopolitik global yang tidak menentu menuntut kesiapan pertahanan yang kuat guna menjaga kedaulatan negara.

“Tapi kita lihat kondisi dunia geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas. Jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” ucap Prabowo.

Menurutnya, penguatan alutsista menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan wilayah Indonesia sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan global.

(lex/sib)