JAKARTA, ifakta.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan korban kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 07.00 WIB, sebanyak 76 korban telah kembali ke rumah masing-masing, sementara 24 korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Perusahaan menegaskan bahwa perhatian utama saat ini tertuju pada proses pemulihan korban beserta keluarga. KAI memastikan setiap pelanggan memperoleh pendampingan yang memadai selama masa perawatan, baik secara medis maupun psikologis.
Iklan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan proses pemulihan tidak dapat berlangsung singkat sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Menurutnya, KAI berkomitmen hadir mendampingi pelanggan agar proses pemulihan dapat dilalui dengan lebih tenang.
“Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang,” kata Anne dalam keterangannya, Sabtu.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, KAI masih mengoperasikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026.
Posko ini difungsikan sebagai ruang pendampingan bagi pelanggan dan keluarga korban, termasuk untuk layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, serta pendampingan trauma healing yang dilakukan secara bertahap.
Dari jumlah tersebut, 57 barang telah diserahkan kepada pemiliknya, sedangkan 58 barang lainnya masih dalam tahap verifikasi. Hingga 2 Mei 2026 pagi tercatat 115 barang berhasil ditemukan.
“KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur,” ucap Anne.
Di sisi lain, aktivitas pelayanan di Stasiun Bekasi Timur telah kembali berjalan secara bertahap.
Sejak operasional dibuka kembali pada 28 April 2026, volume pengguna KRL tercatat mencapai 15.774 orang untuk Gate In dan 20.575 orang untuk Gate Out.
Angka tersebut menunjukkan pemulihan layanan transportasi kepada masyarakat terus berlangsung.
Perhatian bagi Keluarga Korban Meninggal
Dalam proses pendampingan jangka panjang, KAI juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban meninggal dunia.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan berupa jaminan pendidikan bagi anak-anak pelanggan yang wafat, agar keberlanjutan pendidikan dan masa depan mereka tetap terjaga.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan seluruh langkah yang dilakukan perusahaan saat ini berfokus pada pemulihan korban serta peningkatan keselamatan perjalanan kereta api ke depan.
“Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan,” pungkas Bobby.
Kronologi Singkat Insiden
Kecelakaan maut tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Insiden ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, peristiwa bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper sebuah mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Kendaraan tersebut diketahui merupakan taksi listrik daring Green SM.
Akibat kejadian itu, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan beroperasi di luar jadwal reguler.
Dampak lanjutan dari insiden tersebut membuat petugas menghentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek dengan nomor perjalanan KA 4 relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya.
Kondisi tersebut menyebabkan kereta jarak jauh itu terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti di stasiun.
(faz/fza)




