JAKARTA, Ifakta.co – Pemerintah sepakat menyelidiki penembakan warga Aceh yang menewaskan seorang warga di Kabupaten Pidie. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan pihak yang terlibat dan bertanggung jawab harus diusut.

Pernyataan tersebut disampaikan Yusril di Banda Aceh, Kamis, 5 November 2026. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pejabat tinggi negara untuk memperoleh kejelasan mengenai insiden tersebut.

“Dari pihak kita sendiri sudah sepakat untuk dilakukan satu penyelidikan atas kasus penembakan ini. Siapa yang melakukan, siapa yang bertanggung jawab, dan akan dilakukan satu upaya penegakan hukum terhadap kasus ini,” kata Yusril.

Yusril Koordinasi dengan Panglima TNI

Yusril mengaku telah berbicara dengan Panglima TNI dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Ia juga berencana bertemu Pangdam Iskandar Muda untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

“Saya sudah bicara dengan Panglima TNI dan juga Menko Polkam. Nanti saya akan bertemu dengan Pangdam Iskandar Muda untuk memperoleh kejernihan terhadap persoalan ini,” ujarnya.

Yusril menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal. Ia juga mendoakan warga yang terluka agar segera pulih.

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar penanganan persoalan serupa tidak kembali berujung kekerasan fisik dan korban jiwa.

Kronologi dan Jumlah Korban Jadi Perhatian

Insiden penembakan berlangsung saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Pidie, Rabu, 4 November 2026.

Peristiwa itu diduga berkaitan dengan penertiban bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di area musala. Situasi kemudian memanas dan seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan.

TNI AD mencatat 14 warga menjadi korban, dengan rincian satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Enam personel TNI juga dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga. TNI AD menyatakan para personel yang terluka telah mendapatkan penanganan medis.

Desakan Investigasi Independen Menguat

Di tengah rencana penyelidikan pemerintah, KontraS Aceh mendesak pembentukan tim investigasi independen. Mereka meminta kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab dibuka secara menyeluruh.

Amnesty International Indonesia juga meminta penyelidikan dilakukan secara independen dan tidak hanya menyasar personel di lapangan. Organisasi tersebut turut mendesak agar pihak militer yang terbukti melakukan tindak pidana umum diadili melalui peradilan umum.

Perbedaan pandangan mengenai pengibaran bendera Bulan Bintang menjadi salah satu aspek yang perlu dijernihkan. Pemerintah diharapkan mengungkap fakta kejadian sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan tanpa mengabaikan hak warga sipil.

Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi penentu untuk menjawab siapa yang menggunakan kekuatan bersenjata, bagaimana peristiwa berlangsung, dan siapa yang harus bertanggung jawab.

(tio/tio)