JAKARTA, ifakta.co – Polemik nasab habib dari klan yang disebut sebagai Ba’alwi sudah memasuki tahun keempat sejak bergulir dari tahun 2022 silam. Polemik ini semakin membesar laksana bola salju yang menggelinding dari puncak gunung es. Diawali dari kajian tesis KH. Imaduddin Usman Al-Bantani yang menyorot keabsahan silsilah atau nasab habaib (jamak dari kata habib) yang ‘memposisikan’ kelompoknya sebagai keturunan Nabi Muhammad, kajian filologi, ilmu genetika hingga terkuaknya beragam pembelokan dan pemalsuan sejarah yang berpotensi bahaya bagi eksistensi bangsa Indonesia.
Polemik tersebut kemudian merambah ke berbagai strata masyarakat. Dari akar rumput melalui media sosial (medsos), kalangan ulama, cendekiawan, sejarawan, akademisi hingga pejabat negara. Dan kini polemik ini mulai memasuki ranah komunitas perfilman Indonesia, sebuah komunitas yang bergelut di bidang entertainment. Hal ini terjadi karena dari kalangan Ba’alwi berusaha melakukan glorifikasi nasab mereka melalui panggung hiburan artis. Salah satunya adalah dengan hadir dan menggunakan acara podcast Deddy Corbuzier dalam segmen Log In yang dipandu seorang mubalig artis, Habib Jakfar.
Melalui podcast yang memiliki jumlah subscriber puluhan juta itu, kalangan habaib tampaknya ingin menggunakan popularitas Deddy Corbuzier untuk mendongkrak keabsahan nasab mereka yang kian hari kian menyusut nilainya. Harapan mereka tentu masyarakat awam tetap mengakui kalau habib sebagai keturunan Nabi, dan mereka tetap mencintai dengan sepenuh patuh kepada klan mereka.
Iklan
Berbeda dengan yang dilakukan KH. Imaduddin Usman Al-Bantani serta para pendukungnya yang mengedepankan kajiannya berdasarkan fakta dan data yang kredibel dari berbagai disiplin keilmuan, baik ilmu nasab kitab-kitab klasik, ilmu filologi manuskrip sejarah, maupun ilmu genetika tes DNA, kelompok Ba’alwi ini dalam podcast Log In yang dipandu Habib Jakfar tersebut terlihat hanya mengedepankan argumen semata dari para narasumber pendukungnya saja.


