JAKARTA, ifakta.co – Juru Bicara Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, kembali menegaskan peran penting JK dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), terutama saat mendorong Jokowi maju pada Pilkada DKI Jakarta.

Penegasan itu disampaikan Husain sebagai pengingat bagi para loyalis Jokowi mengenai proses politik yang mengantarkan mantan Wali Kota Solo tersebut hingga mencapai posisi tertinggi di pemerintahan.

“Yang ingin disampaikan adalah meyakinkan kepada seluruh loyalis Pak Jokowi, bahwa dirinya itu sebenarnya memiliki bagian peranan di dalam keberhasilan Pak Jokowi untuk menduduki puncak tangga politik di Indonesia sebagai orang nomor satu. Tentu ada proses, dalam setiap kontestasi ada proses,” ujar Husain dalam dialog Head to Head CNN Indonesia TV, Rabu (22/4) malam.

Iklan

“Dan di situlah Pak JK menempatkan dirinya, di mana posisinya berada dalam proses itu,” sambungnya.

Husain menjelaskan, dukungan JK kepada Jokowi bermula ketika keduanya bertemu dalam sebuah seminar di Semarang. Saat itu, JK mengaku tertarik dengan visi dan gagasan Jokowi.

Ketertarikan tersebut kemudian berlanjut ke langkah politik yang lebih serius. JK disebut melakukan komunikasi intensif untuk meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar memberi jalan kepada Jokowi maju di Pilgub DKI Jakarta.

Menurut Husain, dukungan JK tidak berhenti pada rekomendasi politik. JK juga disebut terlibat langsung menyiapkan berbagai kebutuhan kampanye Jokowi di Jakarta.

Ia menyebut JK mengajak sejumlah rekan untuk membantu menyiapkan logistik, konsultan politik, hingga kebutuhan teknis lainnya.

“Pak JK berkonsentrasi dan mengajak beberapa temannya itu, menyiapkan logistiknya, konsultan politiknya, seluruh kebutuhan-kebutuhan itu kemudian disiapkan untuk Pak Jokowi. Inilah yang dimaksud oleh Pak JK, chapter ini ibaratnya undang-undang atau konstitusi, ada pembukaannya, ada batang tubuh, dan ada penutup. Beliau di bagian pembukaan,” ujar Husain.

JK Merasa Disudutkan

Husain mengungkapkan, pernyataan tegas JK belakangan ini muncul karena rasa tidak nyaman atas berbagai serangan dan tudingan dari sejumlah relawan di media sosial.

Salah satu tudingan yang beredar menyebut JK sebagai pihak yang mendanai aksi massa dengan nilai miliaran rupiah.

Menurut Husain, JK tidak memiliki persoalan pribadi dengan Jokowi. Namun, ia merasa disudutkan dan kontribusinya dalam sejarah politik Jokowi seolah diabaikan.

“Beliau di pojokkan terus dianggap lagi tiba-tiba ada tudingan beliau menjadi bohir membiayai 5 miliar misalnya,” kata Husain.

“Itu beliau tidak nyaman. Makanya dia menyebut kepada pendukungnya, ‘Kurang apa saya ini? Saya ini adalah orang yang pertama membawa Pak Jokowi untuk kontestasi di Pilgub DKI’,” sambungnya.

Jokowi Merespons Santai

Sebelumnya, JK juga sempat menegaskan perannya dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi pemimpin negara. Dalam pernyataannya, JK menyinggung istilah “termul-termul” sebagai bentuk perbandingan atas peran tersebut.

Sementara itu, Jokowi menanggapi santai pernyataan JK saat berada di Solo, Senin (20/4).

Dengan nada ringan, Jokowi mengatakan, “ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung.”

(muh/wli)