“Ini sudah jelas banyak penyimpangan yang dilakukan klan Ba’alawi sehingga merusak akidah umat. Merusak pola pikir masyarakat sehingga menyebabkan banyak kegaduhan di negeri kita tercinta ini. Saya berharap, masyarakat Indonesia sadar bahwa kaum Ba’alawi bukan dzuriyah Rasul,” ujarnya penuh harap.
Menurutnya, satu hal yang menjadi pondasi agar bangsa ini dapat terlindung dari virus doktrinisasi Ba’alawi yaitu kita harus mengingat sejarah leluhur bangsa Indonesia yang sebenarnya.
“Kita harus ingat dan paham sejarah bangsa ini, yang di mana Islam disebarkan oleh Walisongo (wali sembilan) di tanah Jawa. Di Sumatra ada Tuan Syekh Hamzah Fansuri, Datuk ri Bandang hingga menyebar terus ke seluruh Nusantara hingga saat ini penduduk Indonesia mayoritas umat beragama Islam. Semoga Allah SWT melindungi bangsa ini dari fitnah tipu daya kaum Ba’alawi yang dapat menimbulkan kehancuran bangsa,” tandas sutradara film series Love Dilema yang tayang di OTT tahun 2025 itu penuh harap.
Iklan
Rencana Pembuatan Film Khurafat Habib
Kecuali empat dalil yang disebutkan Aditya Damar Wijaya di atas, banyak tersebar kisah-kisah khurafat yang ditulis kalangan Ba’alwi dengan maksud mengglorifikasi klannya sebagai golongan yang paling banyak memiliki keistimewaan untuk menunjukkan kemuliaan mereka. Kisah-kisah khurafat tersebut banyak dijadikan bahan ceramah oleh habib-habib di masa kini. Seperti ada habib yang bisa mi’raj 70 kali dalam semalam, menurunkan rantai emas dari langit, menurunkan hujan susu dan lain sebagainya.
“Ini sudah masuk dalam wilayah pemberhalaan. Dan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena efeknya sangat berbahaya. Umat akan digiring untuk menyembah berhala berupa kuburan-kuburan habib dan tokoh-tokohnya yang masih hidup dengan dalih tawasul,” tegasnya mengingatkan.
Karena itu, terdorong oleh rasa keprihatinannya sebagai seorang sineas, Aditya Damar Wijaya sebagai sutradara akan merilis sebuah film yang berkaitan dengan habib dan kisah khurafat berbahaya ini dengan judul film Berhala. Pihaknya berharap, lewat film Berhala ini, masyarakat bisa menyadari betapa berbahayanya jika mereka kaum habib yang mengaku sebagai keturunan Nabi dibiarkan merajalela di bumi Nusantara ini.



