JAKARTA, ifakta.co – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti keberadaan pagar tinggi yang terpasang di sejumlah mal dan properti di Ibu Kota. Ia berencana melakukan penertiban karena pemasangan pagar secara berlebihan dinilai dapat memunculkan kesan Jakarta sebagai kota yang tidak aman.
Pramono mengatakan dirinya telah mencermati pemasangan pagar dengan ukuran sangat tinggi di beberapa lokasi. Menurutnya, wajah Jakarta seharusnya mencerminkan kota yang aman sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
“Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi sebagai Gubernur Jakarta tentunya saya tetap berkeinginan apa pun itu Jakarta aman, nyaman,” kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).
Iklan
Karena itu, Pramono meminta pengelola mal, pemilik properti, perkantoran, dan pelaku usaha tidak memasang pagar secara berlebihan. Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi untuk menertibkan keberadaan pagar tersebut.
“Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan, dan saya akan mengoordinasikan untuk menertibkan itu,” ujarnya.
Menurut Pramono, keberadaan pagar tinggi di berbagai lokasi berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap kondisi keamanan Jakarta. Padahal, berdasarkan koordinasi pemerintah daerah dengan aparat keamanan dan penegak hukum, situasi Ibu Kota saat ini tetap kondusif.
Ia tidak ingin masyarakat maupun pengunjung mendapatkan kesan bahwa Jakarta sedang menghadapi persoalan keamanan hanya karena sejumlah bangunan memasang pagar yang terlalu tinggi.
“Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal, menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja,” tegasnya.
Meski berencana melakukan penertiban, Pramono mengakui belum terdapat aturan yang secara khusus melarang pembangunan pagar tinggi. Namun, ia menilai pemasangan pagar secara berlebihan dapat mengganggu kenyamanan dan wajah perkotaan.
“Untuk larangan itu terus terang memang tidak secara spesifik, tetapi dengan membuat pagar yang berlebihan, itu mengganggu kenyamanan, mengganggu Jakarta yang sekarang ini menurut saya harusnya bisa lebih baik,” ucapnya.
Pramono juga menginginkan Jakarta berkembang menjadi kota yang lebih terbuka dan hijau. Konsep tersebut dapat diwujudkan dengan mengurangi dominasi pagar tinggi sekaligus memperbanyak ruang hijau dan pepohonan.
Menurutnya, pagar di kawasan mal, perkantoran, maupun properti tidak perlu dibuat terlalu tinggi. Sebaliknya, pengelola dapat memperbanyak tanaman sehingga lingkungan perkotaan terlihat lebih terbuka dan nyaman.
“Bahkan, saya berpikir pagarnya itu enggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka,” ujarnya.
(yes/my)



