BANYUMAS, ifakta.co – Ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Banyumas 2026 mendorong atlet muda menunjukkan kemampuan terbaik.

Selain itu, kompetisi ini membuka peluang bagi mereka untuk menembus level nasional.

Cabang olahraga bulutangkis berlangsung pada Selasa (5/5). Puluhan atlet dari berbagai jenjang pendidikan ikut ambil bagian. Mereka datang dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Iklan

Jumlah Peserta Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Referee Provinsi PBSI Banyumas, Erwan Ruspian, menjelaskan jumlah peserta cukup beragam di setiap kategori. Ia menyebut partisipasi atlet menunjukkan antusiasme yang tinggi.

“Tunggal SD Putra itu ada 21 atlet, untuk tunggal putri itu juga ada 21 untuk tingkat SD. Terus SMP itu sudah perwakilan dari Korwil, 7 atlet putra dan 5 atlet putri. Untuk SMA ini ada ada 27 atlet putra dan 21 atlet putri,” ujarnya, Selasa (5/5).

Selain itu, keikutsertaan atlet dari berbagai klub memperkuat kualitas kompetisi. Mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga membawa pengalaman dari berbagai ajang.

Regenerasi Atlet Jadi Tantangan Utama

Menurut Erwan, sebagian atlet sudah pernah mengikuti sirkuit nasional. Hal ini menunjukkan pembinaan bulutangkis di Banyumas berjalan cukup baik.

Namun demikian, ia tetap menyoroti pentingnya regenerasi atlet. Ia menilai keberlanjutan prestasi sangat bergantung pada munculnya bibit baru.

“Harapan kita dari bibit-bibit ini ada yang maju menjadi atlet dari Kabupaten Banyumas, karena kita sudah banyak atlet-atlet yang sudah masuk ke klub-klub besar, jadi masih regenerasinya masih kurang,” katanya.

Oleh karena itu, kompetisi seperti POPDA menjadi ruang penting untuk menemukan talenta baru.

Atlet Muda Siapkan Diri Sejak Dini

Salah satu peserta, Muhammad Revan Ramadhan, ikut bertanding dalam ajang ini. Siswa kelas 1 SMP Negeri 1 Kedungbanteng tersebut menjalani persiapan cukup matang.

Ia berlatih selama kurang lebih dua bulan. Selain latihan mandiri, ia juga rutin berlatih bersama klubnya, PB Kartika Purwokerto.

Pengalaman sebelumnya yang pernah menembus tingkat provinsi pada 2024 ikut meningkatkan kepercayaan dirinya. Karena itu, ia datang dengan target yang jelas.

“Targetnya sih bisa juara. Terus harapannya bisa membanggakan kedua orang tua, membesarkan nama klub, terus sama membesarkan nama sekolah,” tutup Revan.

POPDA Dorong Prestasi Berjenjang

Secara keseluruhan, POPDA Banyumas 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berjenjang.

Melalui kompetisi ini, atlet muda mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan mental bertanding. Dengan demikian, mereka memiliki peluang lebih besar untuk berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.

Ke depan, ajang seperti ini diharapkan terus melahirkan atlet potensial. Selain itu, Banyumas juga berpeluang memperkuat posisi di tingkat regional hingga nasional melalui regenerasi atlet yang berkelanjutan.

(naf/lex)