BANYUMAS, ifakta.co – Akses jalan Prompong–Ketenger Baturraden, Kabupaten Banyumas resmi ditutup total mulai Minggu (24/5) setelah Jembatan Kali Jurig di Desa Kutasari ambles pada Sabtu (23/5) malam. Pemkab menargetkan proses perbaikan selesai dalam waktu maksimal 20 hari.
Peristiwa amblesnya jembatan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Warga sekitar pertama kali melihat bagian segmen jalan mulai longsor dan segera melaporkannya kepada petugas. Tidak lama setelah menerima laporan, tim dari BPBD Banyumas dan Dinas Pekerjaan Umum langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan jalur.
Kerusakan jembatan itu langsung mengganggu aktivitas warga karena ruas Prompong–Ketenger selama ini menjadi jalur penting penghubung masyarakat sekaligus akses menuju kawasan wisata Baturraden.
Iklan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, mengatakan tim langsung melakukan langkah penanganan darurat karena kondisi jalan berpotensi membahayakan pengguna kendaraan.
“Kami dari Dinas Pekerjaan Umum bersama pihak terkait melakukan penanganan karena terjadi longsoran pada segmen jalan ruas Prompong–Ketenger. Perbaikan ini sifatnya mendesak sehingga jalan harus kami tutup sementara,” ujarnya.
Menurut Kresnawan, jembatan yang rusak memiliki panjang sekitar 5 meter dengan lebar 10 meter dan tinggi sekitar 5 meter. Selain itu, usia konstruksi jembatan sudah mencapai sekitar 50 tahun sehingga pemerintah memutuskan mengganti struktur secara menyeluruh.
Petugas juga langsung memasang pembatas jalan dan mengalihkan arus kendaraan demi menghindari risiko kecelakaan. Selama proses perbaikan berlangsung, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif.
“Mulai hari ini jalan kami tutup total kurang lebih selama 20 hari. Mudah-mudahan pengerjaan bisa selesai lebih cepat dari target,” katanya.
BPBD Sebut Konstruksi Sudah Berusia Puluhan Tahun
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menjelaskan petugas langsung melakukan langkah pengamanan setelah menerima laporan dari warga. Tim juga memasang pembatas agar tidak ada kendaraan yang melintas di jalur rawan tersebut.
“Setelah laporan masuk, petugas langsung kami terjunkan ke lokasi untuk memastikan kondisi jembatan dan melakukan langkah pengamanan,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun pengguna jalan yang tertimpa material saat jembatan ambles. Meski begitu, kondisi kerusakan sudah cukup parah sehingga jalur tidak lagi aman untuk dilalui kendaraan.
Dwi menjelaskan jembatan tersebut sudah berdiri sekitar 50 tahun. Struktur lama dan kondisi tanah di sekitar sungai yang terus bergerak menjadi salah satu penyebab utama amblesnya jembatan.
“Jembatan ini usianya kurang lebih sudah 50 tahun. Konstruksinya berupa bata lengkung biasa yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Seiring waktu, tanah di sekitarnya semakin labil dan akhirnya ambles,” jelasnya.
Jalur Wisata Ikut Terdampak
Amblesnya jembatan Kali Jurig juga berdampak pada akses menuju sejumlah lokasi wisata di kawasan Baturraden. Jalur Prompong–Ketenger selama ini cukup ramai karena menjadi salah satu penghubung kawasan wisata dan permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui DPU telah meninjau langsung kondisi kerusakan di lapangan. Selain itu, penutupan total akses jalan dilakukan berdasarkan arahan Bupati Banyumas demi keselamatan masyarakat dan mempercepat proses perbaikan.
“DPU sudah meninjau lokasi. Sesuai arahan Bupati, akses ditutup total dan segera dilakukan perbaikan karena ini merupakan jalur yang cukup vital bagi masyarakat maupun sektor pariwisata,” kata Dwi.
Selama proses perbaikan berlangsung, pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan di sekitar lokasi. DPU Banyumas juga meminta maaf kepada masyarakat atas terganggunya akses transportasi selama proses pembangunan jembatan berlangsung.
(naf/lex)





