BANYUMAS, ifakta.co – Kesempatan kerja bagi masyarakat Banyumas kembali terbuka lebar. Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Job Fair Hybrid 2026 dengan menyediakan hampir 3.000 lowongan kerja dari puluhan perusahaan yang berasal dari berbagai sektor usaha.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Convention Hall Putra Sang Fajar Menara Teratai Purwokerto ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan menekan angka pengangguran, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Ribuan pencari kerja datang untuk mencari informasi sekaligus melamar pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan.
Iklan
Sediakan 2.948 Lowongan dari 61 Perusahaan
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto, menjelaskan bahwa Job Fair Banyumas 2026 melibatkan 61 perusahaan dengan total 2.948 lowongan kerja yang tersebar dalam 226 formasi jabatan.
Menurutnya, perusahaan peserta mengikuti kegiatan melalui dua skema, yaitu luring dan daring. Sebanyak 28 perusahaan membuka stan secara langsung di lokasi acara, sedangkan 33 perusahaan lainnya berpartisipasi secara online.
“Seluruh informasi lowongan, baik dari perusahaan offline maupun online, dapat diakses melalui Sistem Informasi Ketenagakerjaan Banyumas atau aplikasi Simak Kerja Mas yang telah terintegrasi dengan Portal Banyumas PAS,” ucap Wahyu.
Ia mengatakan pemanfaatan teknologi digital memudahkan masyarakat memperoleh informasi lowongan kerja secara lebih cepat dan efisien. Karena itu, pencari kerja tidak harus datang ke seluruh perusahaan untuk mengetahui posisi yang tersedia.
Selain membuka akses yang lebih luas, sistem tersebut juga membantu proses rekrutmen berjalan lebih transparan dan terorganisasi.
Penyerapan Tenaga Kerja Terus Meningkat
Wahyu menambahkan, penyelenggaraan job fair dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Data pemerintah daerah mencatat jumlah pencari kerja yang berhasil memperoleh pekerjaan terus mengalami peningkatan.
Pada 2023, sebanyak 1.031 pencari kerja berhasil memperoleh penempatan kerja. Selanjutnya, angka tersebut mencapai 946 orang pada 2024. Sementara itu, jumlah penempatan kerja melonjak menjadi 1.579 orang pada 2025.
“Job fair digelar dalam rangka mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja secara langsung, baik secara online maupun offline, sehingga dapat memfasilitasi proses penempatan tenaga kerja, di dalam maupun luar negeri,” ucap Wahyu.
Ia berharap capaian tersebut dapat kembali meningkat pada pelaksanaan tahun ini mengingat jumlah perusahaan dan lowongan yang tersedia cukup besar.
Pemkab Banyumas Dorong SDM Lebih Kompetitif
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menilai Job Fair Hybrid 2026 menjadi bagian penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga menciptakan ruang kolaborasi yang mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
“Job fair bukan hanya menjadi ajang bertemunya pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga wadah kolaborasi untuk menciptakan sumber daya manusia Banyumas yang unggul, siap kerja, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Sadewo juga mengapresiasi kehadiran aplikasi Simak Kerja Mas yang terintegrasi dengan Portal Banyumas PAS. Ia menilai inovasi tersebut mampu memperluas akses masyarakat terhadap informasi ketenagakerjaan.
Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan sekitar 4.000 pencari kerja mengikuti kegiatan ini. Target tersebut sekaligus menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap peluang kerja yang tersedia.
“Saya berharap Job Fair Hybrid 2026 dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan potensi tenaga kerja lokal, sehingga mampu mendorong terwujudnya Banyumas yang lebih produktif, berdaya saing, dan sejahtera,” ucap Sadewo.
(naf/lex)



