PURBALINGGA, ifakta.co – Program perbaikan jalan melalui kegiatan “alun dalane” terus berjalan di Kabupaten Purbalingga. Namun, kondisi trotoar di sejumlah ruas jalan perkotaan justru menuai keluhan warga. Banyak trotoar rusak, berlubang, dan penuh dengan rumput liar sehingga mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan kerusakan hampir merata di kawasan perkotaan. Kurangnya perawatan membuat banyak ubin mengelupas dan permukaan trotoar menjadi tidak rata. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pejalan kaki tersandung saat melintas.

Salah satu lokasi yang mendapat sorotan berada di Jalan Pujowiyoto, tepatnya di sekitar Kantor BPJS Kesehatan Purbalingga. Trotoar di kawasan itu tampak rusak dan tertutup rumput liar.

Iklan

“Bisa kita lihat sendiri, trotoar yang berada di sebelah Kantor BPJS kondisinya sudah rusak. Selain itu, juga sudah banyak tumbuh rumput liar,” kata Putra, warga Kecamatan Purbalingga, Selasa (16/6).

Menurut Putra, rumput liar membuat trotoar terlihat kumuh sekaligus mempersempit ruang berjalan. Akibatnya, pejalan kaki harus lebih berhati-hati ketika melintas.

Kerusakan juga tampak di Jalan Kapten Pierre Tendean, sisi selatan Alun-alun Purbalingga. Banyak ubin mengelupas sehingga permukaan trotoar tidak lagi nyaman.

Kondisi lebih memprihatinkan terlihat di samping kompleks sekolah Muhammadiyah. Sejumlah pedagang kaki lima memanfaatkan sebagian trotoar untuk menyimpan gerobak. Akibatnya, ruang pejalan kaki semakin sempit.

Sementara itu, Jalan Komisaris Noto Sumarsono atau Kominot juga menyimpan persoalan serupa. Trotoar di ruas jalan tersebut penuh lubang dan masih menggunakan ubin model lama yang sudah rusak di banyak titik.

Slamet, warga sekitar, mengaku kondisi itu berlangsung sangat lama tanpa perbaikan yang berarti.

“Setahu saya, sejak lebih dari 30 tahun trotoar jalan di sini belum pernah diganti atau diperbaiki,” katanya.

Menurut Slamet, titik paling berbahaya berada di sekitar Jembatan Sungai Gringsing. Banyak ubin terkelupas sehingga berpotensi membuat pejalan kaki terjatuh.

“Di jembatan Sungai Gringsing, terlihat ubin sudah banyak yang terkelupas. Hal itu membahayakan pejalan kaki yang melintas,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Purbalingga tidak hanya fokus membangun dan memperbaiki badan jalan, tetapi juga memberi perhatian pada fasilitas pejalan kaki yang menjadi bagian penting infrastruktur perkotaan.

“Trotoar merupakan hak pejalan kaki yang harus pemerintah siapkan dalam kondisi baik dan aman,” tambah Slamet.

Masyarakat menilai trotoar yang layak akan meningkatkan keselamatan sekaligus mendukung mobilitas warga di kawasan perkotaan. Perawatan rutin juga penting agar kerusakan tidak semakin meluas.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga, Drajat Uji Wahyono, belum memberikan keterangan terkait kondisi trotoar yang rusak di sejumlah ruas jalan tersebut.

(naf/lex)

Iklan