PALEMBANG, ifakta.co – Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan resmi meluncurkan proyek Pelabuhan Palembang Baru atau New Palembang Port di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin.
Peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya tahap pembangunan pelabuhan yang digadang-gadang menjadi penguat utama konektivitas dan sistem logistik di wilayah Sumatra bagian selatan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan proyek ini memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing ekonomi Indonesia.
Iklan
“Hari ini kita memasuki fase penting melalui peluncuran Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat. Proyek ini menjadi bagian dari upaya besar untuk meningkatkan efisiensi logistik dan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” ujar Dudy dalam keterangan resminya, Kamis (16/4).
Ia menambahkan, Sumatra Selatan merupakan salah satu simpul ekonomi nasional dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet.
Namun demikian, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang memadai agar distribusi berjalan optimal dan bernilai tambah tinggi.
Jawaban atas Keterbatasan Boom Baru
Saat ini, aktivitas logistik di wilayah tersebut masih bertumpu pada Pelabuhan Boom Baru yang dinilai memiliki sejumlah keterbatasan.
Keterbatasan tersebut antara lain kapasitas lahan yang terbatas serta kedalaman alur pelayaran yang tidak lagi mampu menampung kapal berukuran besar.
Selain itu, tingginya lalu lintas kendaraan bertonase besar menuju pelabuhan kerap memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Oleh sebab itu, pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat hadir sebagai solusi untuk mengatasi berbagai kendala tersebut.
Pelabuhan ini dirancang sebagai simpul logistik modern yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.
Di sisi lain, peluncuran proyek ini juga menjadi tindak lanjut dari penyerahan Hak Pengelolaan Lahan seluas 59,5 hektare dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan kepada Kementerian Perhubungan.
Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama juga disepakati rencana hibah area Mozaik 5 dan Mozaik 6 sebagai kawasan pendukung operasional pelabuhan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan infrastruktur secara menyeluruh dan terintegrasi.
Tekankan Kolaborasi dan Standar Pembangunan
Lebih lanjut, Menhub menekankan bahwa pembangunan pelabuhan ini harus dikawal secara bersama dengan mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat.
Menurutnya, proyek ini tidak hanya harus selesai secara fisik, tetapi juga harus mampu beroperasi secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap kelancaran distribusi barang.
“Pelabuhan ini harus terintegrasi dengan jaringan transportasi lainnya dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar keselamatan.
Peluncuran proyek strategis ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, serta Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mempertegas komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional.
(rin/rin)



