JAKARTA, ifakta.co – Upaya mengubah citra Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap peredaran narkoba. Masyarakat juga membutuhkan pembinaan, kesempatan, serta kegiatan produktif yang mampu membuka jalan menuju kehidupan lebih baik.

Berangkat dari semangat tersebut, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) mengajak warga RW 07, Kelurahan Tanjung Priok, mengikuti studi banding dan pelatihan pertanian perkotaan atau urban farming.

Kegiatan yang berlangsung di Kebon Hiris, Jalan Raya Cangkrang, Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/11/2026), ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat Kampung Muara Bahari sebagai wilayah percontohan.

Melalui kegiatan tersebut, warga tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pertanian perkotaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang diharapkan dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggal mereka. Pengetahuan itu nantinya diharapkan dapat dibagikan kepada warga RW lainnya di Kampung Muara Bahari.

Rombongan memulai perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok menggunakan kereta menuju Stasiun Jakarta Kota. Selanjutnya, peserta melanjutkan perjalanan dengan kereta menuju Stasiun Bogor selama kurang lebih satu jam. Dari stasiun tersebut, rombongan menggunakan angkutan kota untuk mencapai lokasi kegiatan.

Kepala BNNK Jakarta Utara Kombes Pol Irwan Andy Purnamawan memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Departemen Stratejik Keamanan dan Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Dr. Palupi Lindiasari Samputra.

Irwan menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat melalui urban farming merupakan tindak lanjut pencanangan Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) oleh Kepala BNN RI Jenderal Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.Si., pada 17 Desember 2025.

Menurutnya, upaya membangun Kampung Muara Bahari harus berjalan secara berkelanjutan, terutama setelah aparat kepolisian bersama unsur terkait melakukan penindakan di kawasan tersebut. Penanganan wilayah rawan narkoba tidak boleh hanya berfokus pada pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Sebaliknya, pemerintah dan berbagai pihak perlu memperkuat pembinaan, pendampingan, serta pemberdayaan agar masyarakat memiliki pilihan kegiatan yang lebih positif.

“Kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan positif dan produktif, sehingga warga memiliki kesempatan untuk bangkit dan membangun lingkungan yang lebih baik,” ujar Irwan.

Setibanya di Kebon Hiris, peserta langsung melihat berbagai aktivitas pertanian perkotaan yang memanfaatkan lahan secara optimal. Kawasan tersebut menghadirkan beragam tanaman sayuran dan buah-buahan yang tertata rapi. Pengelola juga mengembangkan kolam budidaya ikan sebagai bagian dari konsep pertanian terpadu.

Asep dan Mia, pasangan suami istri yang mendirikan Kebon Hiris, menyambut rombongan sekaligus membagikan pengalaman mereka dalam mengembangkan urban farming. Keduanya menjelaskan cara memanfaatkan ruang terbatas di kawasan perkotaan agar tetap mampu menghasilkan bahan pangan.

Selain melihat langsung berbagai jenis tanaman dan kolam ikan, peserta juga mempelajari tahapan pengelolaan pertanian perkotaan. Materi tersebut mencakup pemanfaatan lahan, pemilihan tanaman, penataan area tanam, hingga teknik perawatan untuk menjaga pertumbuhan tanaman.

Pengalaman ini memberikan gambaran kepada warga bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk membangun kegiatan produktif. Mereka dapat memanfaatkan halaman rumah maupun ruang sederhana di lingkungan permukiman untuk mengembangkan kebun yang bermanfaat.

Irwan menilai, pemberdayaan masyarakat harus menyentuh kebutuhan sehari-hari warga. Karena itu, BNNK Jakarta Utara mendorong urban farming sebagai salah satu alternatif kegiatan yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian keluarga.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, kegiatan pertanian perkotaan juga berpotensi berkembang menjadi peluang usaha. Dengan pengelolaan yang tepat, warga dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Sementara itu, Dr. Palupi Lindiasari Samputra menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat Universitas Indonesia.

Ia menyebut, program tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan praktisi pertanian dari Jepang yang membagikan pengalaman mengenai teknik pertanian modern, khususnya optimalisasi lahan terbatas.

Palupi menambahkan, konsep pertanian yang diperkenalkan tidak hanya mengejar hasil produksi pangan. Program tersebut juga mengedepankan sistem sirkular dengan menghubungkan berbagai sumber daya agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Salah satu penerapannya adalah mengolah limbah menjadi sumber energi yang bermanfaat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan ketahanan pangan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Konsep sirkular ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pengelolaan limbah menjadi energi yang bermanfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.

Kolaborasi BNNK Jakarta Utara dan Universitas Indonesia ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan sosial di Kampung Muara Bahari. Warga diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dari Kebon Hiris sesuai dengan kondisi dan potensi lingkungan masing-masing.

Melalui urban farming, masyarakat dapat mulai membangun aktivitas produktif dari lahan yang tersedia. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi warga untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mengembangkan kemandirian ekonomi.

Lebih dari itu, pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan keluarga terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dengan kolaborasi berbagai pihak, Kampung Muara Bahari diharapkan mampu tumbuh menjadi lingkungan yang sehat, mandiri, produktif, dan berstatus Bersinar atau Bersih Narkoba.

(mam/mam)