JAKARTA, Ifakta.co – Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Benyamin Patondok, berharap Kota Makassar semakin berkembang menjadi kota metropolitan di kawasan Indonesia Timur yang bersih, maju, nyaman, dan ramah bagi seluruh masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Benyamin menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang jatuh pada 9 November 2026.
Sebagai putra kelahiran Tana Toraja, Sulawesi Selatan, ia menilai Makassar memiliki posisi strategis sebagai ibu kota provinsi sekaligus salah satu pusat pertumbuhan di Indonesia Timur.
Menurut Benyamin, yang biasa dipanggil Bento, kemajuan Makassar tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah kota juga perlu memastikan lingkungan permukiman tertata, pelayanan publik semakin baik, serta masyarakat dapat menikmati kehidupan yang aman dan nyaman.
“Sebagai putra Sulawesi Selatan, saya berharap Kota Makassar semakin menyala. Makassar harus semakin bersih, maju, nyaman, dan ramah kepada semua orang. Mudah-mudahan menjadi kota metropolitan di Indonesia Timur yang nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Bento, yang juga Penasehat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) DKI Jakarta itu di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Di hari jadi ke-419 ini, Bento menekankan pentingnya penataan kawasan permukiman padat dan lingkungan kumuh, terutama perbaikan jalan dan lorong-lorong yang selama ini sulit diakses kendaraan.
Menurutnya, penataan tersebut bukan sekadar memperindah wajah kota, melainkan juga menyangkut keselamatan dan kelayakan hidup masyarakat.
Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah akses kendaraan pemadam kebakaran di kawasan permukiman padat. Jalan dan lorong yang terlalu sempit berpotensi menyulitkan petugas ketika terjadi kebakaran.
“Daerah-daerah kumuh perlu ditata supaya masyarakatnya juga nyaman. Kalau terjadi kebakaran, bagaimana penanganannya jika jalan terlalu sempit dan mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk? Ini harus menjadi perhatian,” katanya.
Bento juga mendorong agar pembangunan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pemerataan akses pendidikan yang layak bagi warga di kawasan permukiman padat.
Selain itu, ia mengingatkan pemerintah kota agar serius menangani persoalan banjir dan kemacetan yang selama ini menjadi tantangan perkotaan.
Berkaca pada pengalamannya ketika pernah tinggal di Makassar, Bento mengingat persoalan banjir yang kerap terjadi. Karena itu, ia menilai pembersihan kanal dan saluran drainase harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kanalisasi dan kanal-kanal harus dibersihkan. Persoalan kemacetan juga harus diurai. Harapannya, Makassar tidak lagi menghadapi banjir dan kemacetan sehingga menjadi kota yang memberikan kesejukan bagi semua,” tuturnya.
Di sisi lain, Bento berharap Makassar terus memperkuat kehidupan toleransi dan menjamin kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
Menurutnya, karakter kota metropolitan yang maju harus dibangun seiring dengan kehidupan sosial yang harmonis, terbuka, dan menghargai keberagaman.
“Semua orang harus mendapatkan kebebasan untuk beribadah. Jangan sampai ada pihak yang menghalangi orang lain menjalankan ibadahnya,” tegasnya.
Benyamin berharap momentum HUT ke-419 Kota Makassar menjadi dorongan bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan kota yang lebih bersih, tertata, inklusif, dan manusiawi.
(tio/tio)




























