JAKARTA, ifakta.co – Sejumlah partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan belum menentukan pilihan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem menyatakan belum memutuskan dukungan bagi kandidat yang akan bertarung dalam kontestasi politik mendatang.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menjelaskan bahwa keputusan mengenai dukungan Pilpres 2029 berada di tangan Majelis Syuro. Hingga saat ini, forum tersebut belum menetapkan sikap resmi partai untuk pemilihan presiden berikutnya.
Meski demikian, Kholid menegaskan PKS tetap berkomitmen mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029. Menurut dia, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah Majelis Syuro yang menjadi pedoman partai dalam menjalankan peran politiknya.
Iklan
“Musyawarah Majelis Syuro menetapkan bahwa PKS mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sukses hingga 2029,” kata Kholid saat dihubungi, Senin (12/10).
Terkait Pilpres 2029, Kholid menegaskan partainya belum mengambil keputusan. PKS, kata dia, masih memprioritaskan pelaksanaan amanah politik dan pengawalan terhadap program strategis pemerintah.
“Terkait Pilpres 2029, musyawarah Majelis Syuro belum menetapkan keputusan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, partai ingin memastikan tugas dalam mendukung pemerintahan saat ini berjalan dengan baik sebelum menentukan langkah politik untuk pemilihan presiden mendatang.
“Kita tunaikan amanah ini sebaik-baiknya terlebih dahulu. Perkara nanti pilpres 2029 ada waktunya untuk menentukan sikap tersebut,” kata Kholid.
Sikap serupa disampaikan Partai NasDem. Sekretaris Jenderal NasDem, Hermawi Taslim, menyatakan partainya belum menetapkan dukungan untuk Pilpres 2029 karena pembahasan internal masih berlangsung.
NasDem akan mematangkan sikap politiknya dengan mempertimbangkan perkembangan dan dimulainya tahapan pemilu mendatang.
“Masih dalam penggodokan, menunggu dimulainya tahapan pemilu 2029-2034,” katanya.
Di antara tujuh partai koalisi pemerintah yang memiliki kursi di parlemen, empat partai telah menyatakan dukungan agar Prabowo kembali maju pada Pilpres 2029. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sementara itu, PKS dan NasDem belum mengambil keputusan. Partai Demokrat juga sebelumnya menyatakan belum menentukan sikap mengenai dukungan untuk Pilpres 2029.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menjelaskan bahwa Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih berfokus menjalankan tugasnya di pemerintahan Prabowo.
AHY saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK). Menurut Herzaky, pembahasan mengenai calon presiden dan calon wakil presiden untuk 2029 belum menjadi agenda partainya.
“Pertama, belum pernah ada pembicaraan mengenai capres dan cawapres di 2029 di kami karena ketum kami mas AHY adalah bagaimana kami mendapatkan tugas kemarin kepercayaan dari Bapak Presiden Prabowo di pemerintahan,” ujar Herzaky kepada wartawan, Sabtu (10/10), dikutip dari detiknews.
Berbeda dengan PKS, NasDem, dan Demokrat, Golkar, PKB, serta PAN telah menegaskan dukungan kepada Prabowo untuk kembali maju dalam Pilpres 2029.
Perbedaan sikap tersebut menunjukkan bahwa peta dukungan politik untuk Pilpres 2029 belum sepenuhnya terbentuk. Sejumlah partai masih memprioritaskan agenda pemerintahan dan menunggu momentum yang tepat sebelum menentukan pilihan politik secara resmi.
(mam/my)






