JAKARTA, ifakta.co – Penggemar MotoGP Indonesia menantikan kiprah Marc Marquez pada Pertamina MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 9-11 Oktober.
Pembalap Ducati tersebut datang dengan modal kuat setelah meraih kemenangan pada MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi. Hasil itu membuat peluang Marquez kembali merebut posisi teratas klasemen semakin terbuka.
Marc Marquez tetap menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pembalap terbaik meski usianya tidak lagi muda. Performa sepanjang musim 2026 juga menjadi bukti bahwa ia masih mampu bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
Iklan
Pada tujuh seri pertama, Marquez memang belum meraih kemenangan. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya keluar dari persaingan.
Kebangkitan Marquez terjadi pada MotoGP Hungaria 2026. Kemenangan pada seri kedelapan tersebut menjadi titik penting dalam perjuangannya mempertahankan gelar juara dunia.
Setelah kembali menang di MotoGP Jepang 2026, Marquez kini berada di posisi kedua klasemen MotoGP 2026. Ia mengoleksi selisih dua poin dari Jorge Martin yang berada di puncak klasemen.
Karena itu, MotoGP Mandalika 2026 menjadi peluang penting bagi Marquez. Jika mampu memenangkan seri ke-17 tersebut, pembalap Ducati itu berpeluang kembali memimpin klasemen.
Namun, Marquez menghadapi catatan buruk di Sirkuit Mandalika. Hingga kini, The Baby Alien belum pernah menyelesaikan balapan MotoGP Mandalika.
Pada edisi perdana MotoGP Mandalika 2022, Marquez mengalami kecelakaan serius saat sesi pemanasan. Insiden tersebut membuatnya tidak dapat mengikuti balapan utama di Nusa Tenggara Barat.
Setahun kemudian, nasib buruk kembali menghampirinya. Marquez gagal menyelesaikan MotoGP Mandalika 2023 setelah mengalami kecelakaan di Tikungan 13 ketika balapan berlangsung.
Situasi serupa terjadi pada MotoGP Mandalika 2024. Saat itu Marquez membela Gresini Racing, tetapi kembali gagal finis setelah motor Ducati yang dikendarainya mengalami masalah mesin.
Kegagalan tersebut berlanjut pada Pertamina MotoGP Mandalika 2025. Marquez kembali tidak mampu menyelesaikan balapan setelah bagian belakang motornya ditabrak Marco Bezzecchi.
Catatan itu membuat MotoGP Mandalika 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Marquez. Ia tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga berusaha mencatatkan finis pertamanya di sirkuit tersebut.
Selain catatan buruk, karakter Sirkuit Mandalika juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan Marquez. Trek Mandalika memiliki karakter clockwise dengan lebih banyak tikungan ke kanan.
Karakter tersebut dinilai kurang ideal bagi Marquez jika melihat rekornya di sirkuit dengan dominasi tikungan kanan. Dikutip dari Medium.com, hingga MotoGP San Marino 2026, Marquez mencatat 41 kemenangan dari 159 balapan di sirkuit yang memiliki lebih banyak tikungan kanan.
Catatan tersebut menghasilkan persentase kemenangan sebesar 25,79 persen. Sebaliknya, Marquez memiliki statistik jauh lebih kuat di sirkuit anti-clockwise yang memiliki lebih banyak tikungan kiri.
Di sirkuit dengan karakter tersebut, Marquez meraih 37 kemenangan dari 60 balapan. Persentase kemenangannya mencapai 61,67 persen.
Dengan modal kemenangan di Motegi dan selisih hanya dua poin dari Jorge Martin, Marquez tetap memiliki peluang besar untuk kembali ke puncak klasemen MotoGP 2026.
Namun, ia harus terlebih dahulu mematahkan catatan buruk di Mandalika. Jika mampu finis atau bahkan meraih kemenangan untuk pertama kalinya di Sirkuit Mandalika, hasil tersebut akan menjadi pencapaian penting dalam perjuangannya mempertahankan gelar juara dunia.
(ris/my)



