JAKARTA, ifakta.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan gagasan untuk mengubah nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi Samudra Trump atau Samudra Amerika. Usulan tersebut ia sampaikan saat menghadiri kampanye pemilu sela di Tennessee, Sabtu (10/10).

Dalam kesempatan itu, Trump awalnya membicarakan kemungkinan perubahan nama sungai. Namun, ia menyatakan tidak ingin mengganti nama Sungai Hudson sebelum mengalihkan pembicaraan ke kawasan samudra.

“Saya tak ingin mengubah Sungai Hudson,” kata Trump, dikutip People.

Iklan

Trump kemudian menyebut dua samudra besar sebagai pilihan untuk diberi nama baru. Ia mengutarakan gagasan tersebut secara langsung di hadapan peserta kampanye.

“Kita butuh sungai, kita butuh samudra. Jadi, saya memikirkan Samudra Atlantik atau Pasifik. Kita sebut saja Samudra Trump atau Samudra Amerika kira kira seperti itu,” imbuh dia.

Pemerintah Amerika Serikat memiliki kewenangan untuk mengubah nama geografis di wilayah yang berada dalam kedaulatannya. Namun, kewenangan tersebut tidak serta-merta membuat negara lain atau organisasi internasional harus mengikuti perubahan nama yang diusulkan Washington.

Gagasan Trump untuk mengganti nama samudra sebenarnya telah muncul sejak Agustus lalu. Kali ini, ia kembali menyampaikan keinginannya dan mengisyaratkan agar rencana tersebut dapat terwujud sebelum masa jabatannya berakhir.

“Kita harus melakukannya. Seharusnya sudah dilakukan sebelum saya lengser,” ucap Trump.

Sejak kembali menjabat sebagai presiden, Trump kerap dikaitkan dengan upaya mengabadikan namanya melalui berbagai bangunan dan proyek besar. Usulan perubahan nama samudra itu menambah daftar gagasan yang menempatkan namanya sebagai identitas suatu tempat atau fasilitas.

Salah satu contohnya adalah perubahan nama Bandara Palm Beach menjadi “Bandara Internasional Presiden Donald J Trump” pada Juli lalu.

Selain itu, sejumlah sekutu Trump di Kongres juga mempertimbangkan perubahan nama Bandara Internasional Dulles di Virginia menggunakan namanya. Wacana serupa turut mencuat untuk Stasiun Penn di New York.

Meski demikian, usulan untuk menamai Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik sebagai Samudra Trump atau Samudra Amerika belum berarti perubahan tersebut akan berlaku secara internasional. Pengakuan dan penggunaan nama geografis di luar wilayah kedaulatan Amerika Serikat tetap berada di luar kewenangan pemerintah AS untuk memaksakannya.

(may/may)

Iklan