TANGERANG, ifakta.co – Seorang remaja perempuan berinisial DL (16), asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya ditemukan setelah dilaporkan hilang selama sembilan hari. Polisi menemukan siswi kelas satu sekolah menengah kejuruan (SMK) tersebut di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, membenarkan penemuan remaja tersebut. Namun, menurut dia, korban belum dapat memberikan keterangan secara maksimal kepada penyidik.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah apartemen di Tangerang,” kata Heru, mengutip detikcom, Senin (12/10).

Iklan

Setelah ditemukan, petugas membawa DL ke rumah aman untuk mendapatkan perlindungan. Polisi juga berkoordinasi dengan lembaga perlindungan anak guna mendukung proses pemulihan kondisi psikologisnya.

“Ya ditempatkan di rumah aman, masih harus mendapat penanganan pemulihan psikologisnya,” kata Heru.

Sebelumnya, keluarga melaporkan DL hilang sejak Jumat (2/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban berada di tempat kosnya di Kampung Simpang RT 08 RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong.

Korban berpamitan untuk membeli makanan. Namun, setelah itu, ia tidak kembali ke tempat kosnya dan tidak diketahui keberadaannya.

“Korban diduga pergi meninggalkan kosan tanpa memberitahukan kepada orang tua. Setelah pencarian mandiri, keluarga baru melapor ke Polsek Bantarkalong,” ujar Heru.

Karena DL masih berusia 16 tahun, Polres Tasikmalaya kemudian melakukan penyelidikan bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Dalam proses penyelidikan, polisi mengumpulkan sejumlah informasi untuk melacak keberadaan korban. Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, mengungkapkan salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik.

Korban diketahui baru membeli telepon genggam. Namun, kotak perangkat tersebut justru tertinggal di tempat kosnya.

Setelah pencarian selama sembilan hari, polisi akhirnya menemukan DL di sebuah apartemen di kawasan Tangerang. Saat ini, korban berada di rumah aman untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan pemulihan psikologis.

(cin/my)

Iklan