TANGERANG, ifakta.co – Ketua Umum Lembaga Elemen Sosial Indonesia (Lesim), Mursalin, mengapresiasi langkah Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang yang terus mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat melalui Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026.

Menurut Mursalin, upaya pemerintah daerah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan ide, gagasan, kreativitas, dan inovasi merupakan bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Langkah Wakil Bupati bersama Bappeda ini patut diapresiasi. Inovasi masyarakat jangan hanya berhenti menjadi gagasan, tetapi harus diberikan ruang agar dapat dikembangkan dan diimplementasikan untuk menjawab persoalan yang ada di tengah masyarakat,” ujar Mursalin.

Iklan

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul dibukanya tahapan seleksi wawancara Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang 2026 oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah di Ruang Rapat Sinergi Bappeda Kabupaten Tangerang, Senin (21/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Intan menegaskan bahwa Kanvas Gemilang tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial maupun hanya berorientasi mencari pemenang. Inovasi yang dihasilkan diharapkan benar-benar dapat diterapkan dan memberikan dampak terhadap pembangunan Kabupaten Tangerang.

“Jangan cuma seremonial, jangan cuma mencari produk inovasi yang tidak mungkin diimplementasikan di Kabupaten Tangerang. Lomba ini harus bisa menghasilkan inovasi nyata yang mudah diterapkan dan mampu mempercepat pembangunan yang berkualitas,” tegas Intan.

Mursalin menilai pesan tersebut penting karena pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, bukan hanya pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, hingga perangkat daerah dinilai dapat membuka lebih banyak solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

“Pembangunan memang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus diberikan ruang untuk ikut menyumbangkan pemikiran dan inovasinya. Yang paling penting, gagasan tersebut memiliki manfaat dan bisa dirasakan secara langsung,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Intan mengatakan Kabupaten Tangerang membutuhkan inovasi di berbagai sektor untuk menghadapi perubahan global, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat.

Ia berharap inovasi yang masuk melalui Kanvas Gemilang tidak berhenti pada tahap perlombaan, melainkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang efektif, efisien, berdampak, dan berkelanjutan.

“Saya harap inovasi yang masuk tidak hanya berhenti sebagai gagasan dan ide, tapi bisa menjadi sebuah solusi yang mudah diterapkan, efektif dan efisien. Harus memiliki dampak dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Intan.

Dalam Kanvas Gemilang 2026, tercatat sekitar 119 peserta lolos seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 peserta dinyatakan lolos seleksi substansi dan berhak mengikuti tahapan wawancara.

Para peserta terbagi dalam lima kategori, yakni pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah.

Mursalin berharap proses seleksi tidak hanya menghasilkan inovator sebagai pemenang lomba, tetapi juga melahirkan gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merumuskan program pembangunan.

“Harapannya, inovasi yang muncul dari masyarakat benar-benar dikawal sampai tahap implementasi. Jangan sampai setelah lomba selesai, gagasannya ikut berhenti. Kalau ada inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah, tentu harus mendapat ruang untuk dikembangkan,” pungkasnya.

Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-394 Kabupaten Tangerang.

(sib/Lex)

Iklan