BANYUMAS, ifakta.co – Kuliner tidak hanya menjadi bagian dari industri makanan. Lebih dari itu, makanan juga mampu menjadi jembatan budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai negara. Hal tersebut terlihat dari kunjungan sebuah keluarga asal Australia ke Purwokerto untuk mencicipi Nasi Kebuli AJB, produk kewirausahaan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Kunjungan itu tidak sekadar menghadirkan pengalaman kuliner. Rangkaian kegiatan juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa mengembangkan usaha yang berpadu dengan kepedulian sosial dan promosi budaya Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa UMP menunjukkan bahwa bisnis dapat berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan.
Agenda pertama berlangsung di Panti Asuhan Muhammadiyah Purwokerto. Mahasiswa bersama tamu dari Australia menikmati hidangan Nasi Kebuli AJB bersama para santri. Selain itu, mereka juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti agar terus bersemangat menempuh pendidikan dan menghafal Al-Qur’an.
Iklan
Pengelola sekaligus keluarga besar Nasi Kebuli AJB, Fadil Fadurahman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen mahasiswa dalam mengembangkan usaha yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kuliner dapat menjadi media untuk berbagi sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Muhammadiyah kepada masyarakat internasional.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dapat menerima kunjungan keluarga Ibu Erwina dari Australia. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Nasi Kebuli AJB bukan sekadar produk kuliner, tetapi juga menjadi sarana berbagi manfaat sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kepedulian sosial yang tumbuh di lingkungan Muhammadiyah,” ujarnya.
Fadil menambahkan, suasana keakraban semakin terasa ketika tamu asal Australia berdialog langsung dengan para santri. Mereka saling bertukar cerita mengenai pendidikan, budaya, hingga pentingnya membangun semangat belajar di era global.
Kunjungan Perkuat Promosi Kuliner dan Budaya Indonesia
Selain mengikuti kegiatan sosial, rombongan juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Banyumas dan sekitarnya. Mereka menikmati panorama Menara Teratai, kawasan wisata Baturraden, hingga pesisir selatan Kabupaten Cilacap. Melalui perjalanan tersebut, tamu mancanegara dapat mengenal lebih dekat potensi pariwisata daerah sekaligus kekayaan budaya lokal.
Salah seorang tamu asal Australia, Erwina, mengaku sangat terkesan dengan sambutan hangat oleh keluarga besar Nasi Kebuli AJB maupun masyarakat Purwokerto.
Baginya, kegiatan berbagi bersama anak-anak panti menjadi pengalaman yang paling berkesan selama berada di Banyumas.
“Kami merasa disambut seperti keluarga sendiri. Momen berbagi kebahagiaan bersama adik-adik di Panti Asuhan Muhammadiyah menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Semoga mereka semakin semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an,” katanya.
Tidak hanya itu, Erwina juga mengaku menyukai cita rasa Nasi Kebuli AJB. Menurutnya, perpaduan rempah-rempah khas Indonesia menghadirkan rasa yang berbeda.
“Insya Allah kami ingin mengundang keluarga besar Nasi Kebuli AJB datang ke Australia untuk memasakkan hidangan khas ini di sana. Rasanya sangat istimewa dan layak dikenal masyarakat internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Faiz Fahrudin dari keluarga besar Nasi Kebuli AJB menilai kunjungan tersebut menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan usaha berbasis kewirausahaan sosial.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mengejar keuntungan usaha. Sebaliknya, mereka juga ingin menghadirkan dampak positif melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap Nasi Kebuli AJB tidak hanya mampu menembus pasar internasional, tetapi juga terus menghadirkan manfaat sosial melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai penutup, rombongan mengunjungi rumah produksi Nasi Kebuli AJB di Purwokerto. Mereka melihat secara langsung proses pengolahan rempah-rempah, pembuatan nasi kebuli, hingga sistem pengelolaan usaha yang dijalankan mahasiswa Fakultas Agama Islam UMP.
Melalui inovasi tersebut, UMP terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha dan kepedulian sosial. Di saat yang sama, kampus juga membuka peluang agar produk karya mahasiswa mampu memperkenalkan cita rasa kuliner Indonesia kepada masyarakat dunia.
(naf/lex)



