MALANG ,ifakta.co – Universitas Brawijaya (UB) kembali memperkuat kolaborasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Ruang Jamuan Lantai 6 Gedung Rektorat UB, Senin (8/6).

Melalui kesepakatan tersebut, kedua institusi sepakat melanjutkan sinergi dalam layanan keimigrasian, pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Perpanjangan kerja sama ini sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi sivitas akademika yang memiliki aktivitas internasional. Selain itu, kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan inovasi dan riset.

Iklan

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Imigrasi Malang yang selama ini memberikan berbagai kemudahan layanan bagi mahasiswa maupun dosen.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak-Bapak dan seluruh staf Imigrasi yang selama ini luar biasa membantu kebutuhan kami. Banyak sekali keperluan teman-teman yang akan ke luar negeri, termasuk pengurusan paspor yang sudah dibantu sehingga tidak harus mengantre ke kantor imigrasi. Ini merupakan bantuan yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Prof. Widodo.

Dukung Internasionalisasi Universitas

Prof. Widodo menjelaskan bahwa layanan keimigrasian memiliki peran penting dalam mendukung program internasionalisasi kampus. Saat ini, Universitas Brawijaya memiliki sekitar 140 mahasiswa asing yang menjalani pendidikan penuh serta sejumlah dosen asing yang aktif mengajar.

Menurutnya, kehadiran tenaga pengajar dari luar negeri memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas akademik.

“Dosen asing itu ibarat motor penggerak. Dalam bidang-bidang tertentu kita memang memerlukan tenaga asing untuk mempercepat akselerasi. Harapannya, kualitas perguruan tinggi semakin meningkat dan pada akhirnya reputasi kampus juga semakin baik di tingkat internasional,” katanya.

Selain memperkuat pelayanan administrasi, UB juga menawarkan peluang kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan teknologi.

Prof. Widodo mengatakan kampusnya tengah menjalankan program AI Talent Factory bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Sosial. Program tersebut bertujuan mencetak talenta kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan solusi teknologi untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik.

“Nah kalau di Imigrasi ada kasus-kasus tertentu yang mungkin bisa kita kaji bersama, kita bisa masuk untuk melakukan riset bersama. Karena tugas kami memang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Jika ada program pembinaan atau kegiatan sosial dari Imigrasi, insyaallah kami juga siap mendukung,” ungkapnya.

Imigrasi Malang Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Anak Agung Bagus Narayana, menilai perpanjangan kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara institusinya dengan Universitas Brawijaya.

“Pada hari ini merupakan momen penting bagi kita untuk memperkuat sinergi antara Kantor Imigrasi Malang dengan Universitas Brawijaya yang merupakan mitra strategis kami dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan pelayanan keimigrasian yang semakin kompleks membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

“Imigrasi Malang tidak bisa bergerak sendiri. Kami memerlukan kolaborasi tidak hanya dengan masyarakat, tetapi juga dengan kalangan perguruan tinggi sebagai pusat ilmu dan riset, khususnya Universitas Brawijaya,” katanya.

Menurut Anak Agung Bagus Narayana, keberadaan sekitar 140 warga negara asing di lingkungan UB membuat kampus tersebut memiliki posisi strategis dalam mendukung pelayanan, pengawasan, dan fasilitasi keimigrasian.

Ia juga menjelaskan bahwa penandatanganan kali ini merupakan perpanjangan dari kerja sama yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kerja sama ini adalah keberlanjutan dari kerja sama sebelumnya yang memang telah berakhir masa berlakunya sehingga perlu diperpanjang kembali. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan komitmen Pak Rektor beserta jajaran selama pelaksanaan kerja sama ini,” tuturnya.

Easy Passport dan Layanan Izin Tinggal Terus Berlanjut

Selama masa kerja sama sebelumnya, Kantor Imigrasi Malang telah menghadirkan berbagai layanan langsung di lingkungan Universitas Brawijaya. Program tersebut meliputi Easy Passport serta layanan kemudahan pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing.

Imigrasi Malang telah melaksanakan layanan izin tinggal sekitar 10 kali. Selain itu, instansi tersebut juga menggelar program Easy Passport sebanyak dua kali dengan jumlah pemohon yang cukup besar.

“Kami berharap apa yang sudah dibangun bersama selama ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan. Semoga sinergi yang sudah terjalin dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua institusi maupun masyarakat,” pungkasnya.

Melalui perpanjangan perjanjian ini, Universitas Brawijaya dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang semakin memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan keimigrasian, memperluas kolaborasi riset, serta mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berdaya saing internasional.

(naf/lex)

Iklan