JAKARTA, ifakta.co – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyiapkan generasi muda agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
Hal itu disampaikan Yassierli saat melepas sebanyak 1.105 peserta Program Magang Nasional Batch II di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kamis (21/5).
Menurutnya, kebutuhan dunia kerja saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan akademik. Perusahaan juga menuntut calon tenaga kerja memiliki pengalaman praktik, memahami budaya kerja, hingga mampu beradaptasi di lingkungan profesional.
Iklan
“Persaingan dunia kerja ke depan akan semakin penuh tantangan. Karena itu, Program Magang Nasional menjadi wadah untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan diri,” ujar Yassierli.
Program tersebut, lanjut dia, dirancang untuk memberikan pengalaman kerja langsung sekaligus membentuk karakter profesional peserta selama menjalani proses magang.
Peserta tidak hanya belajar mengenai tugas teknis di lapangan, tetapi juga memahami tata kelola kerja, produktivitas, serta budaya profesional di lingkungan kerja modern.
Yassierli mendorong seluruh peserta memanfaatkan kesempatan magang secara maksimal dengan aktif menggali pengalaman dan meningkatkan kemampuan diri.
Sertifikasi Kompetensi Jadi Nilai Tambah
Selain pengalaman kerja, Kemnaker juga menyiapkan fasilitas sertifikasi kompetensi bagi peserta magang sebagai bekal tambahan saat memasuki pasar kerja.
Dalam Program Magang Nasional Batch II, tersedia sekitar 15 hingga 30 workshop sertifikasi yang dapat dipilih sesuai bidang masing-masing peserta.
Menurut Yassierli, sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah penting karena mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Silakan dimanfaatkan sertifikasi kompetensi sebagai bonus di akhir program. Pilih yang paling relevan dengan bidang yang dikerjakan selama magang,” katanya.
Ia memastikan Kemnaker akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap Program Magang Nasional agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menyebut program pemagangan menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat keterampilan nonteknis yang kini sangat dibutuhkan perusahaan.
Kemampuan komunikasi, disiplin, hingga profesionalisme dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sebagai informasi, pelepasan peserta Program Magang Nasional Batch II secara nasional dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026 dan akan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
(faz/fza)





