JAKARTA, ifakta.co – Seorang warga baru di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat jadi korban penganiayaan. Pelaku diduga oknum polisi yang menjabat Ketua RT 002 RW 006.
Aminudin, korban yang baru pindah kontrakan, dituduh berkomplot dengan pencuri gara-gara rekaman CCTV. Padahal, dia hanya balas sapaan sopan sebagai warga pendatang.
Aminudin ceritakan kronologi ke wartawan pada Rabu, 30 April 2026.
Iklan
“Saya baru pulang kerja dan baru pindah kontrakan bersama istri di sana. Saya tidak kenal dengan orang itu pencuri. Karena saya warga baru, saya ingin terlihat sopan. Setiap ada yang tegur sapa, saya manggut sebagai bentuk menghargai warga. Saya belum kenal semua warga di RT 02/06,” ungkap Aminudin.
Pria yang bekerja di Pelelangan Ikan Muara Angke ini tegas bilang tak kenal tersangka pencuri sama sekali.
Keramahan Aminudin malah jadi bumerang. Ketua RT abaikan praduga tak bersalah. Dia lakukan interogasi sepihak yang picu kekerasan.
Sekitar tiga orang, termasuk oknum ketua RT, lakukan pengeroyokan brutal terhadap Aminudin. Akibatnya, korban alami cedera serius di berbagai bagian tubuh.
Rekaman CCTV tunjukkan Aminudin hanya angguk sopan saat lewati orang asing. Tindakan ini wajar bagi pendatang yang ingin akrab dengan tetangga. Namun, oknum RT salah tafsir sebagai kolusi kriminal. Insiden ini picu kemarahan publik soal penyalahgunaan wewenang di tingkat RT.
Kuasa Hukum Laporkan ke Polsek Tambora
Pengacara Daniel Kurniawan, SH, MH, kecam keras aksi main hakim sendiri. Tim kuasa hukum bawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka ajukan laporan resmi ke Polsek Tambora. “Kasus ini harus dikawal hingga tuntas dan oknum polisi tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Daniel.
Dia tekankan jabatan polisi dan Ketua RT seharusnya lindungi warga, bukan jadi algojo. Langkah hukum ini lawan arogansi kekuasaan di akar rumput.
Kuasa hukum desak Kapolsek Tambora dan Propam tindak lanjuti cepat. Tujuannya, cegah warga sipil jadi korban salah sasaran lagi.
“Kami berharap proses hukum berjalan adil dan transparan,” pungkasnya.
(my/my)




