SEMARANG, ifakta.co – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) Semarang, Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya sebagai fakultas berwawasan internasional melalui penyelenggaraan International Student Gathering 2026 bertema “The Orange Harbor: Anchoring Global Cultures at Diponegoro,” Senin (2/3).
Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dalam suasana hangat dan inklusif.
Acara dibuka dengan penampilan Tari Gambang Semarang yang menghadirkan nuansa budaya lokal sebagai simbol penyambutan bagi para mahasiswa internasional yang sedang menempuh studi di FISIP Undip.
Iklan
Dekan FISIP Undip, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa dari berbagai negara yang turut memperkaya dinamika akademik dan budaya di lingkungan fakultas.
“Selamat datang dan terima kasih kepada semua yang telah hadir, dari barat hingga timur. Anda telah membuat fakultas ini semakin berwarna. Bukan hanya kami sebagai warga lokal, tetapi juga ada mahasiswa internasional dari berbagai negara yang memperkaya dinamika akademik dan budaya di FISIP,” ujar Teguh, dilansir dari rilis Undip (2/3).
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga memperkenalkan mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara serta para pengelola program studi di lingkungan FISIP Undip.
Hal ini sekaligus menegaskan komitmen fakultas dalam memberikan dukungan akademik dan pendampingan yang komprehensif bagi seluruh mahasiswa, baik nasional maupun internasional.
Kegiatan ini diikuti oleh civitas academica FISIP Undip serta 20 mahasiswa internasional yang tengah menempuh pendidikan di fakultas tersebut. Mereka berasal dari Rusia, Jerman, Vietnam, Madagaskar, Pakistan, Tiongkok, Sierra Leone, Tanzania, dan Gambia. Para mahasiswa tersebut mengikuti berbagai program studi, di antaranya S1 Administrasi Bisnis, Magister Administrasi Bisnis, serta Program Doktor Ilmu Sosial.
Nuansa internasional semakin terasa ketika mahasiswa asal Rusia menampilkan nyanyian dan tarian khas negaranya.
Mereka juga memperkenalkan berbagai aspek budaya Rusia, mulai dari makanan tradisional, tarian, tradisi, hingga pakaian khas.
Para peserta bahkan berkesempatan mencicipi hidangan yang dibawa langsung dari Rusia, menjadikan sesi tersebut tidak hanya informatif tetapi juga interaktif.
Selain itu, mahasiswa dari Vietnam dan Madagaskar turut menampilkan lagu tradisional dari negara masing-masing. Penampilan tersebut menambah warna dalam kegiatan sekaligus mempererat hubungan antar mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda.
Dalam sesi berbagi pengalaman, sejumlah mahasiswa internasional menyampaikan kesan mereka selama belajar di Indonesia, khususnya di Semarang. Banyak dari mereka mengaku menyukai kekayaan rasa kuliner Indonesia.
Beberapa di antaranya juga menilai bahwa Indonesia, terutama Kota Semarang, merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk menempuh pendidikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama yang berlangsung dalam suasana akrab. Para mahasiswa tampak menikmati hidangan yang tersedia sambil berbincang dan saling bertukar cerita mengenai budaya masing-masing.
Sebagai penutup, panitia menghadirkan permainan interaktif Kahoot yang melibatkan seluruh peserta. Suasana penuh keceriaan mewarnai sesi tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan.
(naf/kho)



