JAKARTA, ifakta.co – Pasar energi global kembali mencatat pergerakan beragam pada penutupan perdagangan terbaru. Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup menguat tipis, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru melemah di tengah dinamika sentimen pasar yang masih fluktuatif.

Mengacu pada perdagangan terakhir, kontrak berjangka Brent ditutup naik 8 sen menjadi US$70,85 per barel. Kenaikan tipis ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih mencermati prospek permintaan global serta perkembangan geopolitik di kawasan produsen utama.

Iklan

Sebaliknya, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 21 sen ke level US$65,42 per barel. Koreksi pada WTI terjadi di tengah sentimen pasokan domestik Amerika Serikat yang relatif stabil, serta penguatan dolar AS yang cenderung membatasi ruang kenaikan harga komoditas berbasis dolar.

Pergerakan yang cenderung datar ini menunjukkan pasar sedang berada dalam fase konsolidasi. Investor menimbang sejumlah faktor, mulai dari: proyeksi pertumbuhan ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral utama, tingkat produksi negara-negara eksportir minyak, data persediaan minyak mentah AS.

Analis menilai perbedaan arah antara Brent dan WTI juga dipengaruhi oleh faktor regional, termasuk dinamika pasokan di Amerika Utara dibandingkan dengan pasar global yang menjadi acuan Brent.

Prospek Jangka Pendek
Dengan selisih harga (spread) antara Brent dan WTI yang masih terjaga, pelaku pasar memperkirakan volatilitas akan tetap terjadi dalam waktu dekat. Permintaan energi yang memasuki musim tertentu serta arah kebijakan moneter global akan menjadi penentu utama pergerakan harga selanjutnya.

Untuk saat ini, harga minyak masih bergerak dalam rentang terbatas, mencerminkan pasar yang menunggu katalis baru sebelum menentukan arah tren berikutnya.

(FA-Fza)