TANGERANG, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai membangun Museum Raden Aria Wangsakara sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan sejarah dan karakter generasi muda.
Peletakan batu pertama pembangunan museum dilakukan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Jumat (11/9/2026). Kehadiran museum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda dan dokumentasi sejarah, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat.
Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara merupakan langkah penting untuk menjaga ingatan sejarah sekaligus mengenalkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.
Iklan
“Pembangunan museum ini bukan sekadar pembangunan sebuah gedung. Lebih dari itu, museum ini merupakan ikhtiar kita untuk menjaga ingatan sejarah, merawat warisan budaya, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi yang akan datang,” ujar Maesyal.
Menurutnya, Raden Aria Wangsakara merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah Tangerang. Nilai keberanian, keteladanan, semangat perjuangan dan kecintaan terhadap masyarakat dinilai penting untuk dikenalkan kepada generasi muda.
Maesyal berharap keberadaan museum nantinya dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret bagi para pelajar. Pendidikan sejarah, kata dia, tidak semata-mata diperoleh melalui buku pelajaran, tetapi juga dapat diperkuat melalui peninggalan, dokumentasi dan narasi sejarah yang dapat dilihat secara langsung.
“Untuk generasi muda Tangerang, kita ingin mereka tumbuh sebagai generasi yang maju dan berdaya saing, namun tetap mengenal akar sejarah dan menghargai jasa para pendahulunya,” katanya.
Karena itu, museum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh dunia pendidikan sebagai salah satu ruang pembelajaran di luar kelas. Sekolah, guru, pelajar, akademisi, budayawan dan masyarakat dapat ikut berperan dalam mengembangkan museum sebagai sumber pengetahuan sejarah daerah.
Bupati menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. Penguatan karakter, kebudayaan dan jati diri generasi muda juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Tangerang mengajak berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, keluarga besar Raden Aria Wangsakara, budayawan, sejarawan, akademisi hingga insan pendidikan, untuk bersama-sama mendukung pengembangan museum.
“Semoga pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara dapat berjalan dengan lancar, selesai tepat waktu, dan nantinya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Maesyal berharap museum tersebut ke depan tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan sejarah. Lebih dari itu, museum diharapkan menjadi pusat pembelajaran yang mampu mempertemukan sejarah lokal dengan pendidikan karakter serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Tangerang.
“Mari kita jadikan museum ini sebagai rumah bagi sejarah, ruang bagi pendidikan, dan sumber inspirasi bagi generasi masa depan,” tuturnya.
(sib/lex)



