JAKARTA, ifakta.co – Hujan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti sejumlah wilayah Jabodetabek membuat pemilik kendaraan perlu meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik yang menempel pada bodi dan kaca mobil tidak bisa diperlakukan seperti debu biasa.
Material vulkanik memiliki sifat abrasif. Partikelnya dapat mengandung mineral keras dan pecahan vulkanik yang berpotensi merusak permukaan kendaraan.
Karena itu, cara membersihkan abu vulkanik dari mobil harus dilakukan secara tepat. Mengelap bodi dalam kondisi kering justru dapat membuat partikel keras bergesekan dengan cat dan kaca.
Iklan
Gesekan tersebut bisa menimbulkan goresan halus pada lapisan pelindung kendaraan. Selain itu, abu yang bercampur dengan embun atau sisa air hujan dan dibiarkan terlalu lama juga berisiko memicu korosi atau karat.
Pemilik mobil di wilayah terdampak sebaiknya melakukan pencegahan sejak awal. Salah satunya dengan memarkir kendaraan di dalam garasi atau area yang memiliki atap pelindung.
Sarung mobil atau cover juga bisa digunakan. Namun, kendaraan harus benar-benar bersih sebelum ditutup.
Jangan memasang cover pada mobil yang sudah dipenuhi abu vulkanik. Gesekan antara kain dan partikel abu di permukaan kendaraan dapat menimbulkan efek seperti amplas yang merusak cat.
Jika mobil sudah terlanjur terkena abu vulkanik, jangan langsung mengambil kain lap. Proses pembersihan harus diawali dengan membilas seluruh permukaan kendaraan menggunakan air mengalir dalam jumlah banyak.
Berikut langkah yang bisa dilakukan:
- Bilas mobil dengan air mengalir dalam jumlah banyak untuk meluruhkan abu vulkanik dari permukaan kendaraan.
- Mulai pembilasan dari bagian paling atas mobil dan arahkan air ke bawah.
- Jangan mengelap atau menggosok bodi ketika abu masih menempel dalam kondisi kering.
- Angkat wiper kaca sebelum melakukan proses pembersihan.
- Jangan menyalakan wiper ketika kaca masih kering atau masih dipenuhi abu.
- Hindari membasahi abu dengan sedikit air lalu membiarkannya kembali mengering.
- Pastikan seluruh partikel abu sudah luruh sebelum melanjutkan proses pencucian.
- Setelah bersih dari abu, cuci kendaraan menggunakan sampo khusus mobil.
- Bilas kembali seluruh permukaan kendaraan hingga tidak ada sisa kotoran.
- Keringkan mobil menggunakan kain mikrofiber yang bersih.
- Bersihkan karet wiper dalam kondisi basah untuk memastikan tidak ada residu material vulkanik yang tertinggal.
Proses pembilasan menjadi tahap paling penting dalam membersihkan mobil terkena abu vulkanik. Air dalam jumlah cukup membantu mengangkat partikel keras tanpa menimbulkan gesekan langsung dengan permukaan kendaraan.
Kesalahan yang perlu dihindari adalah menggosok abu dalam kondisi kering. Tindakan tersebut dapat membuat partikel vulkanik bergesekan dengan bodi dan kaca sehingga meningkatkan risiko munculnya goresan.
Pemilik kendaraan juga tidak disarankan membiarkan endapan abu bercampur dengan air hujan atau embun dalam waktu lama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko korosi pada bagian kendaraan.
Setelah seluruh abu terangkat, pencucian dapat dilakukan seperti biasa. Gunakan sampo mobil, kemudian bilas hingga bersih dan keringkan dengan kain mikrofiber.
Perhatian khusus juga perlu diberikan pada wiper. Pastikan karet wiper sudah bebas dari sisa abu sebelum digunakan kembali.
Dengan penanganan yang tepat, risiko kerusakan cat dan kaca akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat diminimalkan. Kuncinya, jangan menggosok abu dalam kondisi kering dan selalu dahulukan pembilasan menggunakan air dalam jumlah yang cukup.
(yes/fza)

