JAKARTA, ifakta.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penanganan perkara tersebut tidak hanya berkaitan dengan dugaan upah pungut oleh penyelenggara negara, tetapi juga menyangkut pengadaan barang dan jasa.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan lembaganya sedang mendalami sejumlah dugaan dalam perkara tersebut.
“Untuk kegiatan penyelidikan di Kabupaten Bogor terkait upah pungut, seperti yang sudah disampaikan oleh juru bicara, bahwa selain itu juga ada pengadaan barang dan jasa,” ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (22/8) dini hari.
Iklan
KPK telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan atau Sprindik umum dalam penanganan dugaan korupsi Kabupaten Bogor. Dengan status tersebut, penyidik masih melakukan pendalaman untuk menemukan pihak yang kemudian dapat ditetapkan sebagai tersangka.
Taufik menegaskan, hingga saat ini KPK belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Karena itu, identitas pihak yang diduga terlibat maupun konstruksi lengkap perkara belum dapat disampaikan kepada publik.
“KPK saat ini belum menetapkan tersangka karena masih menggunakan Surat Perintah Penyidikan umum. Nah, oleh karena itu, kita belum dapat menyampaikan identitas atau pihak-pihak lain secara detail, termasuk konstruksi perkaranya seperti apa,” ucap dia.
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak membangun spekulasi atau menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu sebelum proses hukum berjalan dan KPK menyampaikan perkembangan perkara secara resmi.
“Pada waktunya KPK juga akan menyampaikan perkembangan perkara ini secara transparan kepada publik sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan penyidikan apabila memang mesti disampaikan di media,” katanya.
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari sumber di internal KPK, kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Bogor pada Kamis (20/8) disebut sebagai bagian dari Operasi Tangkap Tangan atau OTT.
Namun, informasi tersebut dibantah oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Ia menyatakan kegiatan yang dilakukan lembaganya merupakan permintaan keterangan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat.
Sejumlah kepala dinas juga dikabarkan terjaring dalam operasi senyap tersebut. Beberapa di antaranya bahkan disebut sempat menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam rangkaian kegiatan di Kabupaten Bogor, KPK turut menemukan dan mengamankan uang sekitar Rp1,5 miliar.
Operasi tersebut juga diduga menyasar Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang merupakan elite Partai Gerindra.
Terkait informasi tersebut, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Rudy melalui pesan tertulis dan sambungan telepon. Namun, hingga berita ini ditulis, nomor telepon yang bersangkutan dilaporkan tidak aktif.
KPK hingga kini masih melanjutkan penyidikan dugaan korupsi Kabupaten Bogor. Perkembangan mengenai pihak yang bertanggung jawab serta konstruksi perkara akan disampaikan setelah penyidik memperoleh bukti dan informasi yang cukup.
(cin/ca)



