MALANG, ifakta.co – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi.
Pada Selasa pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami lima kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 600 hingga 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 01.05 WIB. Pada letusan awal tersebut, kolom abu terpantau mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.
Iklan
“Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.05 WIB dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 600 meter di atas puncak,” kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat. Aktivitas tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 128 detik.
Erupsi kedua terjadi beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 05.31 WIB. Pada fase ini, tinggi kolom letusan meningkat hingga sekitar 900 meter di atas puncak dengan karakter abu yang sama, yakni putih hingga kelabu dan mengarah ke barat.
Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 12 mm serta durasi 122 detik. Selanjutnya, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 05.54 WIB dengan tinggi kolom mencapai sekitar 800 meter atau setara 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Tidak berhenti di situ, erupsi keempat terjadi pukul 06.28 WIB dengan intensitas yang lebih tinggi. Kolom letusan tercatat mencapai 1.000 meter di atas puncak dengan arah sebaran abu ke barat daya dan barat.
“Erupsi keempat terjadi pukul 06.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak,” ujar Sigit.
Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 109 detik. Kemudian, sekitar dua jam setelahnya, Semeru kembali mengalami erupsi kelima pada pukul 08.37 WIB.
Pada erupsi terakhir, kolom abu teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak dengan sebaran ke arah barat laut. Aktivitas ini terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 142 detik.
Meski aktivitas erupsi meningkat, status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.
Sigit menegaskan, warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi aliran awan panas dan lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masih ada potensi bahaya sehingga masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
(may/may)





