JAKARTA, ifakta.co – PT Telkom Indonesia melakukan perampingan besar terhadap struktur bisnis perusahaan dengan memangkas 34 dari total 67 entitas usaha. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi yang ditargetkan rampung pada 2027.

Transformasi Telkom dijalankan melalui pembentukan Strategic Holding Organization. Perusahaan ingin membangun struktur organisasi yang lebih sederhana, efisien, serta mampu meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri digital.

Saat ini, Telkom mengelola 67 entitas usaha. Jumlah tersebut terdiri atas 58 anak perusahaan dan sembilan investasi minoritas.

Iklan

Melalui program perampingan tersebut, Telkom akan memangkas 34 entitas dari portofolio yang ada. Langkah ini diharapkan dapat membuat organisasi bergerak lebih cepat sekaligus memperkuat fokus bisnis perusahaan.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, telah membahas perkembangan transformasi tersebut bersama jajaran manajemen Telkom.

Pembahasan berfokus pada implementasi Strategic Holding Organization, percepatan program streamlining, serta penguatan leadership pipeline.

Sejumlah agenda tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat sinergi bisnis, serta menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

“Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Kamis (6/8).

Menurut Dony, transformasi Telkom juga menjadi bagian dari langkah BP BUMN bersama Danantara untuk mendorong perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut menjadi perusahaan digital nasional yang semakin adaptif.

Selain itu, transformasi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan Telkom dalam menghadapi persaingan industri digital di tingkat global.

“Penyederhanaan struktur organisasi diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat fokus bisnis perusahaan,” imbuh Dony.

Transformasi tersebut tidak hanya menyasar struktur organisasi dan portofolio bisnis. Telkom juga memperkuat leadership pipeline sebagai salah satu bagian penting dalam proses perubahan perusahaan.

Penguatan kepemimpinan diperlukan untuk memastikan perusahaan memiliki talenta yang mampu menghadapi perubahan cepat dalam industri digital.

Dengan struktur organisasi yang lebih ramping, proses pengambilan keputusan diharapkan berlangsung lebih efektif. Pada saat yang sama, perusahaan dapat mengoptimalkan sumber daya dan memusatkan perhatian pada lini bisnis yang memiliki nilai strategis.

Langkah tersebut juga diharapkan mampu mempercepat inovasi Telkom dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

“Dengan struktur yang lebih sederhana, kepemimpinan yang kuat, dan portofolio bisnis yang lebih optimal, Telkom diharapkan mampu mempercepat inovasi serta memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi digital Indonesia,” pungkasnya.

(den/jo)

Iklan