JAKARTA, ifakta.co – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai telah mencapai 92,76 persen.
Proyek transportasi massal tersebut kini memasuki tahap pengujian sistem dan operasional sebelum digunakan secara komersial.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko mengatakan pihaknya terus mempercepat penyelesaian proyek dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan konstruksi dan keamanan pengguna jalan.
Iklan
“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” kata Paulus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Waskita Karya bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) untuk sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B.
Salah satu pengujian yang dilakukan yakni tes jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.
Menurut Paulus, pengerjaan proyek menghadapi tantangan besar karena berada di kawasan perkotaan dengan lalu lintas padat dan area kerja terbatas.
“Dalam proses pengerjaan, tantangan utama (urban constraint) yang kami hadapi sebagai kontraktor di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Maka solusinya, kami optimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem keamanan dan sistem kerja, kami melihat ini sebagai constraint (hambatan) yang harus dikelola, bukan dihindari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu titik krusial proyek berada di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto Wiyono pada kilometer 1+700 hingga 2+100.
Untuk menjaga arus lalu lintas tetap lancar selama proses konstruksi, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter. Selain itu, tim juga rutin melakukan survei monitoring dan pemeriksaan chamber setiap hari.
Waskita Klaim Zero Accident Selama Konstruksi
Sebagai langkah pengamanan tambahan, tim proyek memasang jaring pelindung di sekeliling segmen girder balance cantilever. Berkat penerapan sistem keamanan tersebut, proyek konstruksi LRT Jakarta Fase 1B berhasil mencatat zero accident atau nol kecelakaan kerja.
“Perlintasan Wiyoto-Wiyono menjadi salah satu ikon terpenting dalam tes jalur beberapa waktu lalu. Maka, keberhasilan ini menandakan kemajuan konstruksi Indonesia yang dapat meramu moda transportasi umum berdampingan dengan jalur aktif eksisting di tengah kepadatan aktivitas Jakarta,” jelas Paulus.
Ia menambahkan, koordinasi dengan Jakpro sebagai pemilik proyek terus diperkuat agar seluruh tahapan T&C berjalan lancar. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional LRT Jakarta dalam melayani puluhan ribu penumpang setiap hari.
“Hasil tes lintasan menunjukkan kereta mampu berjalan secara lancar dari Velodrome sampai Pasar Pramuka, menggunakan tenaga listrik penuh,” katanya.
Paulus juga menyebut uji lintasan atau train run telah dilakukan dua kali tanpa hambatan berarti.
“Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat hasil tes jalur atau train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan. Seperti prinsip Jakpro yang selalu mengutamakan keberlanjutan dalam setiap proyeksinya, train run ini juga akan menjadi evaluasi internal guna mempersiapkan langkah pengujian selanjutnya,” ujarnya.


